Hallobogor.com, Bogor – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menyesalkan lambatnya penanganan terhadap pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kota Bogor. Terlambatnya retribusi KTP-el ini bermula dari kosongnya blangko dari Kementerian Dalam Negeri hingga kekurangan tinta yang dialami Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Saepul Wahyudin Putra mengatakan, permasalahan KTP-el ini dirasakan makin menjadi menjelang Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang. Padahal, kepemilikan KTP-el salah satu syarat hak kepemilikan suara bagi pemilih. 

“Saat ini masyarakat yang akan membuat KTP-el dan yang melakukan perpanjangan hanya diberikan kertas selembar surat keterangan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Dody Akhdiyat, mengaku tidak dapat berbuat banyak. “Kami tidak dapat berbuat banyak, karena habisnya tinta untuk mencetak KTP dan masih menunggu kebijakan yang ada di atas,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Bogor (Sekdakot) Ade Syarif, Senin (28/05/18), mengatakan, bahwa permasalahan KTP-el ini sedang masuk dalam pembahasan serta akan dibuatnya kemudahan pihak ketiga untuk membantu mengadakan tinta, meski secara anggaran Pemerintah Kota Bogor tidak ada.

Menyikap hal tersebut HMI Cabang Kota Bogor mendesak pihak-pihak agar segera bertanggungjawab atas mandeknya KTP-el di Kota Bogor baik Disdukcapil, Sekda, serta Plt Wali Kota Bogor.

“Kami atas nama HMI Cabang Kota Bogor mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan diberikan masa waktu sampai dengan bulan Juni 2018. Logikanya dari awal mungkin bisa dihitung persiapan blanko KTP berikut persediaan tintanya. Pertanyaannya ada apa di balik ini semua. Jangan sampai warga Kota Bogor menaruh kecurigaan terhadap pemerintah yang menangani hal tersebut,” tandasnya. (dns)