Hallobogor.com, Bogor – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bima Arya dan wakilnya Usmar Hariman mendapat sorotan kalangan mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bogor menilai Pemkot Bogor gagal menjalankan enam skala prioritas.

Oleh karena itu, HMI-MPO menggelar unjukrasa yang digelar Kamis (22/12/2016). Dalam aksinya, mereka menuntut kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta jajaran menuntaskan enam skala prioritas. Yakni, penataan transportasi dan angkutan masal, pemberdayaan PKL, kebersihan, penanggulangan kemiskinan, transformasi budaya dan reformasi birokrasi, serta ruang terbuka hijau (RTH).

Korlap aksi, Raden Rizki, mengatakan, tahun 2016 menjadi semester terakhir dalam masa kepemimpinan Bima-Usmar memimpin Kota Bogor, dan ini mungkin menjadi kesempatan akhir usaha mereka untuk memperbaiki Kota Bogor menjadi kota yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang menjadi visi misinya saat terpilih.

“Sejak Kota Bogor dipimpin oleh Bima-Usmar sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan terhadap apa yang diharapkan masyarakat. Kota Bogor saat ini menjadi sorotan publik, yang kita tahu bahwa Kota Bogor menjadi kota termacet kedua di dunia, ini adalah sebuah prestasi buruk raport merah kepemimpinan Bima-Usmar,” paparnya.

Menurut Raden Rizki, sejatinya masalah transportasi, PKL, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, budaya reformasi dan birokrasi yang semuanya diusung pasangan Bima-Usmar masih berkutat¬† dengan kangkah yang tidak jelas, reformasi birokrasi yang dilakukan hanya merotasi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bogor. “Dari segi ekonomi yang mana terlihat dari kesejahteraan masyarakat Kota Bogor? Semua masih berkutat pada masalah kemiskinan yang belum mampu ditanggulangi,” ujarnya. (dns)