Hallobogor.com, Cibinong – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor masih mencium bau busuk korupsi di Bumi Tegar Beriman Kabupaten Bogor. Bau korupsi tersebut di antaranya muncul di balik proyek raksasa Stadion Pakansari, Cibinong.

Dalam pernyataan sikapnya yang disebar ke media, Ketua HMI-MPO, Asep Kurnia, mendesak bupati mencopot dan mereformasi pejabat inti di Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta diminta mengusut dan mengadili oknum pejabat yang mengondisikan pelelangan di ULP.

Ia mensinyalir, tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya di mana pembangunan untuk pelayanan publik sangat tidak optimal bahkan berdampak buruk pada realisasinya. “Sebagian pembangunan diserahkan kepada KLPBJ yang diurusi oleh Unit Layanan Pelelangan (ULP) yang katanya tranparan dan akuntabilitasnya terjamin.

Padahal faktanya lembaga tersebut sangat ironis jauh dari tujuan yang diharapkan dalam mencapai visi Kabupaten Bogor termaju di Indonesia, karena terindikasi ULP main mata dengan pihak pemenang lelang,” sebutnya.

Asep Kurnia menjelaskan, ULP tidak cermat dalam memverifikasi data perusahaan yang berakibat memenangkan perusahaan yang punya catatan hitam/blacklist. “ULP tidak mampu menjamin konstruksi yang dibanting 20% harga dari pagu anggaran karena sistem pengawasan oleh konsultan pengawas sangat lemah ketika melihat kondisi di lapangan pekerjaannya tidak sesua rencana kerja dan syarat atau realisasi tidak sesuai RAB.

Salah satu contoh terindikasi pada Dispora dalam pembangunan PPLPD dan Stadion Pakansari Kabupaten Bogor tahun anggaran 2014 yang mengakibatkan negara rugi sekitar Rp1,2 miliar,” bebernya.

Menurut Asep, Kabupaten Bogor seharusnya berbenah di tahun berikutnya setelah mendapat teguran sebagai bencana sosial karena pejabat-pejabatnya tidak sedikit tersandung melawan hukum tindak pidana korupsi yang menyebabkan negara dan masyarakat rugi. (cep)