Hallobogor.com, Bogor – Himpunan Pemuda dan Mahasiswa (HPMB) melaksanakan Musyawarah Pembentukan Anggota dan Upgrading. Kegiatan yang pertama ini dilaksanakan di GSMI, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/09/2018).

Kegiatan yang dihadiri dewan pembina, para pendiri HPMB, dan pemuda dari setiap kecamatan yang ada di wilayah Bogor ini, guna menyatukan serta menyepakati musyawarah pertama dengan hasil rekomendasi yaitu; menjadi mitra sinergis dan mitra kritis Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten Bogor.

Dewan Pembina HPMB, Deni Solahudin Al-Hamdani, menjelaskan, sinergitas HPMB dengan pemerintah yaitu mengawal Kebijakan yang seharusnya dilaksanakan.

“HPMB merupakan organisasi Kepemudaan, sehingga ke depan sinergitas bersama pemerintah tentunya sebagai mitra kritis dan strategis. Kami kritis apabila pemerintah tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan kami akan sinergis apabila kebijakan pemerintah untuk mengedepankan kepentingan masyarakat,” jelasnya.

“Kehadiran usia produktif di tahun 2030 nantinya akan stabil jika pemerintah memberikan ruang kepada pemuda dan mahasiswa Bogor, agar memiliki peran yang jelas menjadi agen perubahan,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Umum HPMB terpilih, Ghilman Hanif, berharap komitmen pemerintah untuk melakukan pembangunan sumber daya manusia dan meregenerasi pemimpin bangsa ke depannya.

Ghilman mengatakan bahwa pemda harus mengerti akan peran daripada organisasi kepemudaan yang ada di Bogor dan menjadi wadah pembentukan karakter bagi generasi penerus bangsa.

“Saya berharap, pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia bangsa yang akan menjadi pemimpin bangsa pada masa yang akan datang. Saya pikir pemda memahami dengan baik bahwa HPMB bersama organisasi kepemudaan lainnya adalah kawah candradimuka generasi bangsa. Mereka dididik tidak hanya dengan akademik di kampus, tapi dengan kepedulian sosial dan masa depan daerahnya,” tandasnya.

Musyawarah anggota dan upgrading HPMB diikuti sebanyak 63 orang mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia dan perwakilan pemuda di setiap kecamatan yang ada di Bogor dan dimulai sejak Sabtu (1/9/2018). (cep)