Hallobogor.com, Keradenan – Bahaya merokok bagi kesehatan bukan rahasia umum. Akan tetapi, sekalipun semua orang tahu persis bahaya merokok, hal ini tidak membuat para perokok serta-merta berhenti merokok.

Selain itu, tidak hanya perokok aktif yang mendapatan efek negatif rokok, perokok pasif yang terkena asapnya pun bisa mendapatkan efek dari rokok yang membahayakan. Semakin meningkatnya jumlah perokok maka semakin meningkat pula jumlah penderita penyakit yang diakibatkan oleh rokok.

Hasil survey dari Bloomberg Philantropies pada akhir 2014 menunjukkan bahwa 20% pelajar di Kota Bogor merokok dan 90% dari mereka yang merokok memiliki kondisi tubuh yang tidak bugar karena terpapar rokok, sedangkan sisanya beresiko terkena penyakit tidak menular seperti jantung, paru-paru, dan penyakit berbahaya lainnya.

Banyak program yang sudah dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah perokok dengan menerapkan perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pembatasan iklan rokok di area umum dan kampanye bahaya merokok untuk kesehatan. Program tersebut ternyata tidak berdampak signifikan menurunnya jumlah perokok, disini diperlukan sebuah kesadaran dari perokok itu sendiri untuk berhenti total dari merokok.

“Kesadaran perokok untuk berhenti merokok sangat membantu menurunkan jumlah perokok, mengambil keputusan untuk meninggalkan rokok merupakan suatu keberanian tersendiri bagi para perokok” ujar Muhamad Basir seorang terapis dari HSQ Indonesia yang konsern membantu terapi berhenti merokok dengan metode HSQ Power, Hypnotherapy, EFT dan Quantum Touch.

Dikatakan basir bahwa 95% orang yang mencoba untuk berhenti merokok tanpa terapi akan kembali menyentuh rokok. Mereka berdalih dengan alasan nikotin pada rokok yang menyebabkan ketergantungan. Otak menjadi terbiasa dengan nikotin dan sangat membutuhkannya.

“Saya tergerak membantu dengan cara terapi untuk para perokok dan untuk tiga bulan kedepan sampai desember 2015 saya menggratiskan terapi untuk warga Bogor yang mau berhenti merokok secara total agar jumlah perokok menurun di Bogor yang kita cintai ini” tambah basir selaku senior trainer HSQ Indonesia yang sudah memberikan training dan terapi berhenti merokok pada ribuan orang. Bahkan beliau siap diundang oleh lembaga, instansi dan perusahaan untuk menterapi para karyawannya berhenti merokok secara gratis.

Sudah banyak perokok yang terbebas dari kebiasaan merokok dengan terapi yang dilakukan oleh HSQ Indonesia sebagai wujud komitmen dari founder HSQ (alm) HM.Sugeng Soeprapto menyehatkan masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah sekali terapi gratis sekitar 5-10 menit di pondok HSQ untuk berhenti merokok saya tidak merokok lagi sampai saat ini demi kesehatan saya dan keluarga” kesan dari Wahid Hidayat. (bud)