Hallobogor.com, Bogor – Proses tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak se-Kabupaten Bogor sedang berjalan. Sejak 25 Agustus 2019, tahapan Pilkades selain fokus pada pendataan pemilih, panitia juga masih berkutat dalam kegiatan penelitian, verifikasi/klarifikasi persyaratan administrasi bakal calon kades hingga nanti tanggal 13 September 2019.

Khusus di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, kondisi mulai sedikit menghangat dengan beredarnya kabar diragukannya keabsahan ijazah salah satu balon kades.

Supriyatna, salah seorang tokoh warga Desa Tangkil, mengatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti terkait dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan balon kades petahana.

“Kejanggalannya dari ijazah tidak sama baik dari nama maupun tempat tanggal lahir. Kami sudah punya sejumlah bukti jika ijazah yang bersangkutan diduga ilegal. Dan kami siap jika harus mengadukan persoalan ini hingga ke ranah hukum,” tegasnya, Selasa (10/9/2019).

Supriyatna berharap Panitia Pilkades Desa Tangkil tidak membiarkan persoalan ini. “kalau dibiarkan sangat mencederai proses demokrasi di wilayah desa kami. Bahkan kami siap menyodorkan bukti rekaman video pernyataan pihak sekolah terkait keabsahan ijazah petahana,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Asep Gamal Maliki, salah satu balon kades. Ia sengaja datang ke Sekretariat Panitia Pilkades Desa Tangkil untuk menanyakan hal serupa. “Saya sangat mengapresiasi kerja seluruh panitia yang telah berkorban baik waktu tenaga maupun pemikirannya. Kedatangan kami ke sini tentunya ingin menanyakan keabsahan data persyaratan administrasi dari balon lainnya yang diketahui tidak sesuai dari setiap jenjang pendidikannya, baik ijazah SD maupun SMP-nya. Makanya kedatangan kami ke sini sangat berharap ke panitia supaya membuka seluas luasnya secara tranparansi,” tegasnya. (wan)