Hallobogor.com, Bogor – Sosialisasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Bogor tentang menghadapi MEA dan Izin tinggal sementara (Itas), pihak Imigrasi telah menyiapkan berbagai strategi dalam menghadapi persaingan global MEA.

Kepala divisi imigrasi Kanwil Jawa Barat Ade Sukma.S, didampingi Kasubdit visa Mas Agus Sentosa dan Victor Manurung selaku kasi pengawasan wilayah 1 direktorat jenderal imigrasi memaparkan, salah satu strategi kemenangan pasar ASEAN dalam kerangka MEA 2015 diantaranya, penguatan daya saing yaitu penguatan daya saing pasar domestik dan pasar global, penguatan ekspor dan penguaran peran UKM.

Sementara untuk pengamanan pasar domestik, diantaranya harmonisasi standar, perlindungan konsumen dan peraturan metrologi legal, peningkatan awareness dan readileness tentang MRA bagi pelaku usaha dan masyarakat, pemanfaatan instrumen trade remedy.

“Pada peningkatan efisiensi logistik diantaranya pembangunan infrastuktur dan tol laut, terakhir peningkatan partisipasi GVC yaitu, ekspor produk bernilai tambah dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi ASEAN,” paparnya, Senin (28/03/2016), seperti dikutip Halloapakabar.com.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Herman Lukman mengatakan, peranan Direktorat Jenderal Keimigrasian dalam menghadapi MEA yaitu, direktorat Jenderal Imigrasi berperan dalam manajemen perlintasan orang keluar masuk Indonesia, dengan menjalankan 4 fungsi keimigrasian yakni pelayanan masyarakat, penegakan hukum, keamanan negara, dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan pengawasan keimigrasian di era MEA diantaranya, potensi peningkatan tindak pidana lintas negara Transnational Crime) antara lain, perdagangan narkotika, perdagangan orang, penyelundupan manusia, korupsi dan pencucian uang, dan terorisme. Potensi peningkatan pelanggaran keimigrasian dan terganggunya ketertiban umum pengaruh budaya yang dibawa orang asing.

“Kita akan melakukan pengawasan ketat dalam menghadapi MEA ini, dan kegiatan pengawasan tentunya akan ditingkatkan diberbagai sektor. Dengan peraturan peraturan yang ada, kami berharap masyarakat mematuhi dan siap menghadapi MEA serta soal izin tinggal sementara (Itas) bagi warga asing yang tinggal disini,” pungkasnya. (dan)