Hallobogor.com, Cisarua – Fenomena menarik terjadi usai pesta rakyat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bogor. Pantauan di beberapa desa, selain terjadi gugatan ada pula para staf desa yang kompak mengundurkan diri lantaran incumbent jagoannya kalah dalam Pilkades.

Aksi staf desa ramai-ramai mengundurkan diri ini seperti terjadi di salah satu desa di Kecamatan Megamendung dengan alasan Kades incumbent pilihannya kalah. Akibatnya, pelayanan masyarakat terganggu karena hanya ditangani oleh beberapa staf. Sedangkan pergantian Kepala Desa masih harus menunggu pelantikan Kades baru oleh Bupati Bogor kurang lebih satu bulan ke depan.

Pada sisi lain, terjadi pula kekuatiran sejumlah staf desa di beberapa desa yang melaksanakan Pilkades. Sebab, mulai berkembang isu staf desa bakal diganti, terutama yang tidak mendukung Kades terpilih.



“Diperkirakan Januari nanti kami akhir bekerja. Karena dipaksakan juga tidak akan nyaman. Apalagi terdengar kabar akan adanya pergantian. Dengan demikian, kami yang dinilai pendukung incumbent sudah pasti tidak akan dipakai lagi,” ujar salah seorang staf desa yang menolak namanya disebutkan.

Sementara itu, Pemerintah Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua yang incumbentnya kembali unggul yakni Asep Mamun Nawawi, justru staf desanya bertambah semangat. Mereka tengah mempersiapkan rencana pembangunan di lingkungan desanya. Pejabat kades, Dahi W. Candra, kini tengah menyusun Laporan Pertanggungjawaban yang akan dilakukan Januari nanti.

“Lpj sedang kami susun, khususnya laporan keuangan baik itu dana bantuan dari pemerintah maupun dari sumber lain. Pajak merupakan hal yang harus dibereskan. Dengan demikian, usai kami menjabat semua laporan keuangan terselesaikan semuanya,” kata Dahi. (dang)