Hallobogor.com, Kota Bogor – Pada era globalisasi eksistensi musik keroncong menghadapi berbagai tantangan dari pengaruh musik masa kini baik dari luar maupun dari dalam. Padahal sejatinya, musik keroncong merupakan budaya bangsa yang perlu dipertahankan kelestariannya.

Untuk itulah, Ikatan Keroncong Indonesia, Rumpun Budaya ASEAN dan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor menggelar pagelaran keroncong sekaligus mengagas Indonesia menjadi bapak musik keroncong ASEAN yang dihadiri tiga negara, di antaranya Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor, Usmar Hariman menuturkan, sebenarnya pagelaraan musik keroncong sering diadakan di Kota Bogor. Namun, kali ini dihadiri dari perwakilan negara ASEAN yang menggagas negara Indonesia menjadi bapak dari musik keroncong.

“Sebenarnya pagelaran seni musik keroncong ini sering diadakan, hanya saja sifatnya temporer. Melalui Ikatan Keroncong Indonesia di bawah pimpinan Pak Suyitno meningkatkan derajat kualitasnya. Sebab beliau menggagas semangat para pemusik keroncong mancanegara seperti Singapura dan Malaysia bahwa Indonesia menjadi bapak dari musik keroncong,” papar Usmar di Mall Botani Square, Minggu (18/12/2016).

Dari hasil kesepakatan tersebut, lanjut Usmar, terlahir Rumpun Budaya Asean yang dinotariskan di Kota Bogor. “Mudah-mudahan, acara ini dapat diterapkan sebagai pelestarian. Kedua, ini mensosialisasikan dan agar diminati oleh generasi berikutnya. Dalam acara ini juga rombongan dari Singapura membawa banyak penyanyi keroncong ke sini,” tambah Usmar.

Masih kata Usmar, pihaknya akan mengevaluasi dan berharap ke depannya dapat menyelenggarakan lokakarya atau saresehan musik keroncong. Karena jika sudah seperti ini keroncong sudah mendunia. Bahkan dari zaman dulu sudah terkenal di eropa.

“Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor sangat mendukung gagasan tersebut. Maka dijalinlah kerja sama antara Rumpun Budaya Asean,” ucap Wakil Wali Kota Bogor itu.

Sementara Ketua Panitia, Jimmy Carter, menambahkan, tujuan diselenggarakannya acara ini menjadi ajang silaturahmi antarnegara Asean. Tentunya juga dapat memperkuat hubungan budaya antarnegara khususnya berkaitan dengan musik keroncong.

“Kita kan butuh pengakuan soal musik keroncong. Jangan sampai nanti ada pengakuan lagi, baru ramai. Tujuannya untuk semakin memperkenalkan musik keroncong kepada khalayak banyak,” ujar dia.

Mengapa di Mall, Jimmy menjelaskan pusat perbelanjaan merupakan tempat yang paling tepat. Sebab, banyak pengunjung dari berbagai usia dan kalangan dengan harapan dan mengajak mereka untuk mau mempertahankan kelestarian musik keroncong.

“Semoga saja ini menjadi daya tarik atau menjadi minat tersendiri untuk menyukai  bahkan melestarikan musik keroncong,” tuturnya.

Dalam acara ini dipentaskan pula Orkes Keroncong Kemala Puspita asal Kota Bogor. (ris/dns)