strong>Hallobogor.com, Cibinong – Beredarnya obat dan makanan palsu di masyarakat mendapat perhatian serius anggoxta Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR – RI), Indra Simatupang.

Tidak ingin masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor menjadi korban peredaran produk palsu, Indra yang berasal dari daerah pemilihan V Kabupaten Bogor pun memboyong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung guna mensosialisasikan hal tersebut di gedung KNPI Kabupaten Bogor, Senin (19/09/2016).

“Ini kan Komisi IX dengan BPOM sedang mensosialisasikan untuk kepedulian masyarakat. Kan isu banyak nih, ada obat palsu, vaksin palsu, makanan palsu, macam – macamlah, untuk itu kita sosialisasikan,” kata Indra kepada hallobogorcom.



Sebetulnya, lanjut Indra, hubungan kemitraan antara komisi IX yang membidangi hal tersebut dengan BPOM, harus gotong royong mengedukasi masyarakat.

“Saya wakil dari Bogor nih, saya mengajak BPOM untuk memberikan penjelasan, tupoksinya apa tanggung jawabnya apa, karena tidak mungkin mereka bekerja sendiri tanpa masyarakat,” papar anak buah Megawati Soekarno Putri tersebut.

Intinya, Indra meminta agar seluruh pihak bisa bergotong royong serta dapat merespon agar peredaran makanan dan obat – obatan palsu tidak terjadi kembali. BPOM pun masih kata Indra, meminta kepada masyarakat luas agar berperan aktiv melapor jika ada produk – produk palsu yang masih beredar.

“Meskipun orang tersebut bukan Polisi, namun mereka bisa memberitahukan bahwa diwilyah tersebut ada orang atau tempat yang memproduksi obat atau makanan yang tidak ada izin, ada satgas yang menangani itu,” jelas Indra yang mengenakan kemeja putih.

Ia pun mengimbau agar masyarakat harus lebih teliti dan berhati – hati dalam membeli produk makanan khususnya obat – obatan agar tidak menjadi korban.

“Hati – hati, teliti izinnya, harganya juga produknya. Selain itu jika ada yang salah dari produk yang beredar diminta peran serta masyarakat degan melapor, jangan diam diam saja,” pinta Indra. (win/eko)