Hallobogor.com, Ciawi – Calon Wakil Bupati Bogor Ingrid Maria Palupi Kansil, Minggu (4/3/2018), blusukan ke berbagai pelosok desa di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Dalam silaturahimnya dengan masyarakat yang mayoritas ibu-ibu ini, Ingrid selalu menekankan bahwa dirinya lebih fokus menggarap pemberdayaan kaum perempuan demi meningkatkan kesejahteran keluarga.

Saat bertemu dengan ibu-ibu di kediaman KH Aceng, Desa Cibedug RT 01/02, Kecamatan Ciawi, Ingrid menyinggung pentingnya pendidikan keagamaan di keluarga. Ia pun mengajak masyarakat memilih pemimpin muslim yang komitmen meningkatkan pendidikan keagamaan. 

“Pendidikan keagamaan sangat penting bagi setiap keluarga. Kang Jaro Ade dan saya punya program 7 pilar yang salah satunya ada bantuan untuk pondok pesantren salafiyah Rp200 juta/ponpes,” kata Ingrid yang juga salah seorang pembina majelis taklim di kediamannya di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Ingrid Kansil menjelaskan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga ini dirinya bersama Jaro Ade memiliki program peningkatan UMKM (satu di antara program 7 pilar). Ke depan, Kabupaten Bogor harus menggeber setiap desa memiliki satu produk unggulan (one village one product) dengan memberdayakan kaum perempuan. 

“Untuk pemasarannya tidak usah kuatir. Bisa dipasarkan ke Nusantara dan ekspor ke luar negeri. Kebetulan saya punya jejaring Ipemi yang di dalamnya ada lima juta pengusaha. Biasanya suka banyak permintaan dari luar daerah bahkan luar negeri. Maka saya mengharapkan kaum perempuan bisa mandiri dengan punya pendapatan dari kegiatan UMKM atau home industry. Jadi kegiatan dakwah bisa diiringi dengan pemberdayaan ekonomi umat. Sehingga kita bisa memberi, bukan meminta,” papar Ingrid yang juga Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi).

Ingrid mengemukakan, bahwa dirinya bersama Jaro Ade Inshaa Allah bisa menyodorkan solusi agar rakyat Kabupaten Bogor lebih bahagia. “Ini dalam rangka ikhtiar. Saya bagi-bagi tugas dengan Kang Jaro Ade. Saya lebih fokus mengurusi ibu-ibu dan anak-anak sebagai generasi penerus. Inshaa Allah Kang Jaro Ade sudah menguasai karena sudah pengalaman sebagai Kepala Desa sampai menjadi Ketua DPRD. Saya sendiri mantan anggota Komisi VIII DPR RI yang sering mengurusi ibu-ibu, anak-anak, dan keagamaan. Dan saya mencalonkan menjadi wakil bupati niatnya ibadah. Lilahi Taala. Kalau hanya untuk duniawi lebih baik saya jadi artis saja seperti dulu. Mari nanti tanggal 27 Juni datang ke TPS. Satu suara kita sangat menentukan. Bila perlu istikhoroh dulu,” bebernya.

Sedangkan di kediaman Aziz, tokoh masyarakat di Kampung Ciaul RT 4/6 Desa Cibedug, Ingrid bertemu dengan ibu-ibu, kader PKK dan Posyandu serta Ketua RT dan RW. Di sana, Ingrid juga menyampaikan visi misinya membangun gerakan sayang ibu dan anak serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

“Insentif kader PKK dan Posyandu harus lebih jelas ke depan. Ibu-ibu harus punya keahlian dan harus lebih dioptimalkan dengan kegiatan ekonomi produktif. Untuk menumbuhkan ekonomi desa perlu ada koperasi-koperasi majelis taklim, home industry dan ada pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

Dari Kecamatan Ciawi, Ingrid dan rombongan lantas menuju kediaman pengusaha minyak pala H. Taufik, Desa Cimande Jaya, Kecamatan Caringin. Di sana Ingrid bertemu dengan ratusan ibu-ibu. Silaturahim dilanjutkan ke Pasar Caringin dan kemudian menuju rumah Ustadzah Hj. Eneng Majlis Baitul Nur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin (cep)