Hallobogor.com, Cisarua – Dalam Pilkada DKI Jakarta, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Koalisi ini mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni untuk menjadi Gubernur dan Wakil DKI Jakarta.

Rupanya, dukungan koalisi ini tak hanya di Jakarta. Akan tetapi satu suara hingga ke daerah.

Pasalnya, seperti dikemukakan Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat, Ade Munawaroh Yasin, PPP berkoalisi dengan PD, PAN, PKB dan tak mendukung Ahok didasarkan pada alasan yang jelas.

Apa alasannya? “PPP tak mendukung Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) karena tak sesuai azas dan ideologi Islam yang dianut PPP. “Jadi ini bukan soal etnis atau SARA,” tegasnya saat membuka Muscab DPC PPP Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur di Hotel Seruni, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (3/11/2016).

Alasan tersebut, kata Ade Munawaroh Yasin, sudah merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP. “Untuk jadi pemimpin harus beragama Islam,” katanya disambut riuh applaus hadirin.

Terkait hal itu, Ade Munawaroh Yasin pun mengklarifikasi beredarnya kabar bahwa PPP versi Djan Farid mendukung kubu Ahok. “Saya menegaskan pula bahwa hanya ada satu PPP pimpinan Romahurmuziy yang legal dan diakui negara,” tandas politisi PPP yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini. (cep)