Hallobogor.com, Tajurhalang – Jelang masa kampanye mulai 15 Februari 2018 mendatang, para kandidat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bogor rajin bersosialisasi memasarkan diri kepada masyarakat Kabupaten Bogor. Tentu, dengan cara dan gayanya masing-masing.

Cara dan gaya yang ditampilkan Ingrid Kansil dalam meraih simpati rakyat cukup menarik untuk disimak. Bakal Calon Wakil Bupati Bogor yang berpasangan dengan Ade Ruhandi alias Jaro Ade ini jauh dari hingar bingar massa dalam setiap kunjungan silaturahminya dengan rakyat.

Istri dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syariefuddin Hasan ini sepertinya lebih memilih menyelusup langsung ke sasaran, yakni rakyat yang sedang membutuhkan perhatian dan bantuan di pelosok bumi Tegar Beriman. Mereka adalah orang-orang miskin dan tengah membutuhkan solusi kehidupan. Selebihnya, selain hadir di acara partai adalah rajin menghadiri kegiatan pengajian ibu-ibu dan acara-acara keagamaan lainnya serta menengok masyarakat di pasar tradisional.

Dari setiap kegiatan dan kunjungannya ke masyarakat, Ingrid fokus pada peningkatan pemberdayaan perempuan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa bagi-bagi uang atau berupaya mengonsolidasi rakyat.  

Pada Sabtu, 3 Februari 2018 misalnya, Ingrid memilih menengok kondisi Sarifah, anak berusia 16 tahun putri dari Ibu Sani di Kampung Jampang RT 2/10, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Sarifah menderita sakit radang otak sejak berusia satu tahun. Selama 16 tahun itu pula Ibu Sani merawatnya dengan sabar dan tak kenal lelah. “Saya salut dengan Ibu Sani, meski keluarganya kurang mampu tapi tidak kenal lelah dan selalu berkhusnuzon kepada Allah SWT. Usaha Ibu Sani hanyalah membuka warung kecil-kecilan  di depan rumahnya. Ibu Sani telaten merawat sang anaknya,” ungkap Ingrid.

Menurut Ingrid, kondisi seperti inilah  juga yang harus diperjuangkan untuk kaum perempuan di Kabupaten Bogor agar para ubu berdaya secara ekonomi dengan program home industry sebagai kunci pemberdayaan perempuan.

“Perempuan memang diberikan kemampuan multi taksing oleh Allah SWT sehingga mampu mengerjakan tugas paralel dalam satu waktu. 

Inilah yang juga saya ingin perjuangkan untuk perempuan di Kabupaten Bogor agar para Ibu berdaya secara ekonomi dengan program home industry sebagai kunci pemberdayaan perempuan. Ibu Sani dan para ibu di semua tempat khususnya Kabupaten Bogor berhak untuk menikmati hasil pembangunan daerah. Semua itu hanya akan terwujud jika kepala daerah mau berinisiatif untuk membangun sistem pemerintahan yang inklusif serta pro perempuan dan anak. 

Inshaa Allah kita bangun sistem pemerintahan inklusif demi Kabupaten Bogor yang lebih maju,” tulisnya dalam akun facebooknya usai mengunjungi Ibu Sani dan anaknya Sarifah.(cep)