Hallobogor.com, Megamendung – Proyek pembangunan Waduk Sukamahi di kawasan Puncak Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, tak sepenuhnya positif. Sejak proses pembebasan hingga kini pelaksanaan, ada dampak buruk yang dirasakan oleh sebagian masyarakat maupun Pemerintah Desa Cipayung.

Sedikitnya 8 Rukun Tetangga dan 4 Rukun Warga kini tidak lagi menjadi wilayah penyumbang pajak bagi Pemerintah Desa Cipayung, karena pembayaran pajak sudah tidak lagi melalui desa. Selain itu, ratusan penjaga vila terpaksa harus menganggur karena vila-vila yang mereka jaga juga ikut tergusur.

“Biasanya ada pemasukan dari pajak ataupun jual beli, tapi kini penghasilan itu sudah tidak ada, karena tanahnya tergusur oleh pembangunan bendungan khususnya dari 8 RT dan 4 RW ,” ungkap Kepala Desa Cipayung, Cacuh Budiawan.

Hal serupa dikatakan Ketua RT 3 RW 2 Lili Mulyana. Ia sangat menyayangkan karena penghasilannya dari jasa mengutip pajak sudah tidak ada lagi.

“Biasanya uang pembagian kutipan pajak yang 20% itu saya tabung dan diambil selama setahun sekali. Biasanya dipakai untuk Lebaran, tapi sekarang itu tak ada,” ujarnya.

Kekecewaan senada dirasakan Azwir, salah seorang penjaga vila. Ia terpaksa harus menganggur karena vila yang dijaganya ikut tergusur dan hanya diberikan ganti rugi alakadarnya oleh majikan. 

“Paling hanya bertahan satu bulan, itu pun dicukup-cukupkan. Saya juga bingung sekarang mencari pekerjaan harus ke mana,apalagi sekarang pekerjaan sangat sulit,” pungkasnya. (wan)