Hallobogor.com, Bogor – Digantinya nama sandi Operasi Ketupat menjadi Operasi Ramadniya, ternyata mempunyai cerita tersendiri di balik pemakaian nama tersebut. Dalam hal ini, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Badrodin Haiti, menceritakan alasan penggunaan sandi “Ramadniya” dalam operasi pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1437 H.

Seperti yang dilansir Tribratanews.com, Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, pergantian nama sandi ini adalah permintaan Presiden Joko Widodo, untuk dicarikan nama pengganti Operasi Ketupat yang telah bertahun-tahun digunakan.

Diketemukannya nama Ramadniya ini pun cukup menarik yakni ketika Jenderal Pol Badrodin Haiti bertemu dengan seorang anak yang bernama Ramadniya. Ia mengaku penasaran karena baru pertama kali mendengar nama itu . Saat bertemu dengan orangtua si anak, Ia pun bertanya apa arti nama Ramadniya. Kepada Jenderal Pol Badrodin Haiti, orangtua dari anak itu mengatakan bahwa Ramadniya memiliki arti  suci, bersatu, sempurna.



“Mengingat artinya, saya pikir nama ini bagus untuk mengganti nama Operasi Ketupat. Maka diputuskanlah namanya jadi Operasi Ramadniya, yang artinya suci, bersatu, dan sempurna. Bisa bagian dari kepanjangan Ramadhan dan Hari Raya,” jelas Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Menurut Jenderal Pol Badrodin Haiti, Operasi Ramadniya akan berlangsung pada 30 Juni-15 Juli 2016. Kemacetan arus mudik mungkin akan terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemudian Brebes, Tegal, dan seterusnya. (ndy).