Hallobogor.com, Cibinong – Rangkaian acara dirgahayu Partai Golkar ke-53 di Kabupaten Bogor berlangsung gebyar, Jumat (20/10/2017. Rangkaian acara HUT Golkar di DPD Kabupaten Bogor diisi dengan dzikir dan tahlil, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, menebar bibit ikan 20 ribu ekor di Setu Cikaret, menyantuni 117 anak yatim, lomba 53 tumpeng berhadiah motor, serta memberikan bantuan terhadap UKM. 

Acara ini juga dihadiri alim ulama, anggota Fraksi DPRD Kabupaten Bogor, PK, Pedes, organisasi sayap partai, relawan, simpatisan, Hasta Karya, PAN, ormas dan OKP, dan Baladdewa.

Kegiatan HUT partai berlambang beringin ini pun sarat akan pesan-pesan dan sikap politik Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade sebagai calon bupati Bogor 2018-2023 pada Pilkada Juni 2018.

Dalam orasi politiknya, Jaro Ade mengatakan, Partai Golkar sebagai parpol tua berusia 53 tahun harus bisa menjaga etika politik. Sekalipun sekadar memasang baligho atau spanduk.

“Acara HUT ini sengaja kami tidak mengundang Bupati, Muspida, Kepala Desa dan sahabat-sahabat parpol lain karena tak ingin mengganggu kinerja birokrat. Apalagi ini hari kerja. Lebih penting melayani masyarakat. Biarkan birokrat bekerja dengan tenang. Bukan malah ditarik-tarik sehingga PNS itu jadi galau. Secara kedinasan PNS tak boleh berpolitik,” kata mantan Kades selama delapan tahun ini.

Meski besar dan sarat pengalaman, kata Jaro Ade, kader Golkar jangan merasa selalu harus di depan. “Tapi kita harus bersama-sama sinergis dengan relawan dan pihak-pihak lain meski bukan satu bendera. Semua harus dirangkul. Kader Golkar harus berbuat yang terbaik di tengah masyarakat,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini.

Bicara Pilkada dan Pemilu, kata Jaro Ade, juga bukan sekadar soal kemenangan. “Tapi konsep pembangunan untuk kepentingan rakyat. Insya Allah Golkar punya segudang konsep. Saya akan tetap mengambil pengalaman yang baik masa kepemimpinan sebelumnya, baik pada masa Bupati Agus Utara, Rachmat Yasin, dan Nurhayanti sekarang,” ujarnya.

Sedangkan soal siapa nanti wakilnya di Pilbup 2018, Jaro Ade (masih) akan istikhoroh dan berdiskusi dengan para tokoh dan sesepuh. “Koalisi masih sangat dinamis. Soal wakil bisa dari internal partai atau eksternal. Kriterianya juga akan dibahas oleh tim. Yang penting sekarang Golkar harus menang secara terhormat. Hormati seluruh kandidat bertarung secara ksatria. Harus berpikir utuh untuk kepentingan rakyat,” tandasnya yang juga diusung oleh PAN ini.

Kualitas dan sepak terjang Jaro Ade ini juga dikuatkan oleh KH Nawafie Saleh, 

mantan Anggota DPR RI yang kini menjadi salah satu pengurus DPP Golkar. “Wajar Jaro Ade didorong jadi bupati Bogor. Ia telah terbukti membawa Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan sesepuh Golkar Kabupaten Bogor Rusdi AS. Mantan Ketua DPRD dan DPD Golkar Kabupaten Bogor pengusung mantan Bupati Bogor (alm) Agus Utara Effendi ini mengaku bangga terhadap sepak terjang Jaro Ade dalam membesarkan Golkar. “Hanya Jaro Ade yang bisa menangkan Pemilu ketika Rachmat Yasin sedang gagah-gagahnya menjadi Bupati Bogor dan Ketua DPW PPP Jawa Barat. Maka Jaro Ade pantas jadi bupati. Mudah-mudahan diridhoi Allah SWT,” bebernya. (cep)