Hallobogor.com, Kota – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, pemerintahannya sedang berjuang untuk mengembalikan keberadaan wilayah itu ke khitoh atau garisnya, yakni sebagai kota taman yang cantik dan berkarakter.

“Pemerintahan kami berjuang, mengurai kemacetan, dan juga diikhtiarkan kembali ke khitohnya, sebagai Kota Taman. Taman bukan sekadar taman yang cantik tapi berkarakter,” kata Bima Arya.

Bima mengatakan, ia ingin menjadikan taman yang berkarakter sebagai tempat berkumpul dan berinteraksinya generasi muda, menumbuhkan ide-ide baru berkreativitas melakukan hal yang positif.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya kumpul di mal-mal tapi bisa menghabiskan waktu di taman-taman kota sehingga tumbuh karakter,” kata Bima.

Menurut dia, itulah alasan Pemerintah Kota Bogor membangun taman di sejumlah titik. Tujuannya tidak hanya untuk generasi muda saat ini, tetapi untuk yang akan datang.

Bima juga mengatakan, alasan ia memusatkan pelaksanakan Shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor karena dua hal yakni pertama karena ingin lebih mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat Kota Bogor yang sudah puluhan tahun menyelenggarakan shalat di kebun raya.

“Alasan kedua untuk mengajak masyarakat lebih mencintai alam. Bogor sangat beruntung memiliki Kebun Raya yang luasnya mencapai 84 hektare, menyimpan ratusan spesies tanaman berusia ratusan tahun,” katanya.

Ia menyebutkan, jangan sampai Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor menjadi surga bagi penghuni di dalamnya, tetapi di luar kebun raya dan istana itu justru menjadi neraka.

“Jangan sampai hijau di Kebun Raya dan Istana karena pohon, tapi di luar istana dan kebun raya hijau karena yang lain (angkot-red),” katanya. (rep)