Hallobogor.con, Bogor Selatan – Bogor merupakan salah satu kawasan di tatar sunda yang kaya dengan peninggalan-peninggalan yang berasal dari masa pra sejarah, masa klasik, kolonial. kawasan etnis, dan museum.

Yang paling banyak menarik perhatian adalah peninggalan dari Keraajaan Pakuan Pajajaran yang masih banyak meninggalkan kisah-kisag misteri, secara turun temurun.

Salah satunya yang disambangi Hallobogor.com adalah Situs Kutadani yang berada di dalam komplek Pusdiksi Lawang Gintung.

Di lokasi situs ini, seharusnya terdapat benteng (kuta) terluar dari keraton Pajajaran milik Prabu Siliwangi, namun benteng tersebut sudah tidak ada lagi dan menjadi pembatas antara komplek militer dan perumahan warga.

Menurut Bapak Suman, juru pelihara situs Kutadani (tapi yang tercantum di kantor Disbudpar adalah nama isterinya, yaitu ibu Ponisah), konon dulu di sebelah makam ada tanggul pra sejarah Kerajaan Pajajaran dan ada parit untuk berlindung yang tembusnya sampai ke kali Ciliwung yang di Bantarkemang.

Lokasi situs, dulu berada di pinggir sungai Cipakancilan yang pada tahun 1976 situs ini sempat jatuh terbawa longsor. Seorang paranormal Ki Jenggot sempat bermimpi disuruh membawa dan merawat situs, karenanya selama beberapa tahun Ki Jenggot menjaga dan merawat situs Kutadani tersebut.

Beberapa tahun kemudian situs ini sempat dipindahkan ke lokasi yang sekarang berada, kemudian pada 4 Oktober 2008 dilakukan pemugaran dan diresmikan langsung oleh walikota Bogor Drs.H Diani Budiarto Msi.

Beberapa bulan lalu, keberadaan situs ini sempat dinyatakan hilang, dan membuat geger warga Bogor. Beberapa media juga memberitakan hilangnya situs ini. Bukan itu saja, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Shahlan Rasyidi sampai mengecek langsung ke lokasi.

Ternyata situs ini bukan hilang, namun pada saat itu dibawa Ki Jenggot karena ‘sesuatu hal. Namun setelah Pak Suman menunjukan surat dari Disbudpar bahwa isterinya lah juru pelihara resmi situs ini, barulah situs itu di berikan dan dipindahkan lansung ke kantor Disbudpar.

“Situs kutadani seluruhnya ada 2 buah, yang di simpan di kantor Disbupar adalah yang berada di kepalanya sedangkan yang berada di kakinya tidak di temukan. Dulu, batu situsnya persis ada di atas makam,” jelas Suman.

Suman menjelaskan, nama asli dari Kutadani adalah Senopati Natadani Beliau adalah Panglima Kerajaan Padjajaran. Soal kebenarannya ataupun kepastiaannya, wallahu a’lam bishawab. Yang jelas, situs ini penting sebagai pertanda di masa lalu bahwa Bogor memiliki kebudayaan yang tinggi. (Laporan : Yan Brata Dilaga)

Lokasi : Situs/Makam Kutadani Komplek Pusdiksi Rt 05 Rw 02 Kelurahan Lawanggintung ,Kecamatan Bogor Selatan – Bogor. Jawa Barat