Hallobogor.com, Bogor – Kita tidak bisa menjustifikasi seseorang berdasarkan data sekunder belaka, begitupun terhadap Ki Gendeng Pamungkas yang terkenal sebagai Raja Santet.

Ki Gendeng, sang sosok pemberani ini bicara blak-blakan kepada wartawan senior Hallobogor.com Hans Suta Widhya seputar kesehariannya, predikatnya sebagai Raja Santet, sampai dengan kepada sosok yang paling ditakutinya dalam hidup ini.

Berikut ini adalah kutipan wawancara, di rumahnya, Sabtu (1/8) yang semerbak mewangi dengan aroma dupa yang khas.

Anda mendapat predikat sebagai Raja Santet. Apakah Anda sudah merasa sukses? Apa ukuran sukses versi Ki Gendeng?
Sukses itu diukur sejauh mana seseorang banyak bermanfaat bagi orang banyak. Intinya, keshalehan sosial lebih tinggi nilainya dibanding kesalehan pribadi yang sering ditunjukkan dengan penampilan pakaian maupun kening yang menghitam karena lamanya sujud.

Saya mendapat gelar Raja Santet, mungkin karena aktivitas saya yang mengobati para korban santet yang membutuhkan bantuan saya. Saya sukses karena membangun berbagai usaha dan konsultasi politik.

Anda juga dikenal sebagai orang tidak punya rasa takut, padahal beberapa kali ada upaya pembunuhan, apa kiatnya?
Ya gimana lagi. Saya memang sudah tidak punya rasa takut. Hanya pada ibu kandung saya takut, sebab ia adalah wakil Tuhan di bumi ini.

Menatap wajah ibu pun saya tidak berani. Celakalah seseorang yang durhaka terhadap ibu.

Kelihatannya cita-cita atau tujuan hidup Anda sudah tercapai atau dikabulkan oleh Tuhan. Apa kiatnya?
Begini, banyak orang berdoa dengan merendahkan Tuhan dengan cara meminta A sampai Z. Menurut saya, ini salah kaprah. Mestinya doa itu cukup dimintakan kepada sang ibu.

Minta rezeki pada Tuhan sama saja menyepelekan Tuhan Biar ibu saja yang meminta kepada Tuhan untu kepentinganmu. Nah, saya beruntung saya masih punya ibu, sehingga saya lebih dekat dengan “Tuhan”. (hsw)