Hallobogor.com, Bogor – Proses lelang Mega proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor di Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang berada di lantai 4 gedung Sekretariat Pemerintah Kota Bogor, kembali dikawal ketat oleh aparat kepolisian, Detasemen Polisi Militer (Denpom) dan Kodim 0606/Kota Bogor, Jumat (24/6/2016), petang.

Ketua Pokja 7 paket RSUD pada ULP Kota Bogor, Adang Mulyadi menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ialah penjadwalan ulang verifikasi untuk tender proyek RSUD Kota Bogor dengan nilai pagu Rp64 miliar.

“Penjadwalannya ini seharusnya kemarin, tetapi karena ada insiden maka dijadwalkan ulang hari ini,” kata Adang.



Dia juga menjelaskan, terkait adanya pengawalan ketat dari aparat saat pelaksanaan verifikasi itu, lantaran setelah ada insiden yang terjadi ditindak lanjuti dengan pelaporan oleh PT Adi Karya Persero Tbk selaku perusahaan yang melaksanakan verifikasi ke pihak kepolisian.

Sejauh ini pemenang mega proyek senilai Rp64 miliar itu, dikatakannya, belum diputuskan. Sebab, proses berita acara hasil verifikasi belum dibuat, dan menurutnya evaluasi berdasarkan dari hasil nilai, bukan sistem gugur.

“Dari hasil verifikasi hanya PT Adi Karya yang memasuki kategori, sehingga hanya satu PT yang dilakukan verifikasi,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Bogor Tengah AKP Saefudin Gayo mengatakan, pihaknya berada dilokasi untuk melaksanakan pengamanan kegiatan dan memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Pengamanan itu juga dilakukan setelah menerima perintah untuk menempatkan personil di ULP.

“Memang ada permohonan untuk penempatan personil, kami tempatkan sebanyak 20 personil dibantu aparat Denpom dan Kodim, kalau suratnya masuk ke polres dan kami tim pelaksana,” Gayo memukas. (hrs).