Hallobogor.com, Cigombong – Kepala Desa (Kades) harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan berbagai program bantuan dan menggunakan dananya. Salah satunya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Hal tersebut ditegaskan Pengendali Teknis (Dalnis) pada Inspektorat Kabupaten Bogor, Kiki, dalam pembukaan pemeriksaan aparatur Pemerintah Desa dan Kecamatan di Aula kantor Kecamatan Cigombong, Kamis (18/5/2017).

Menurut Kiki, hal tersebut berdasarkan hasil temuan serta banyaknya pengaduan dari berbagai pihak terkait adanya dugaan penyelewengan dana bantuan RTLH. Beberapa waktu lalu, tim Inspektorat telah melakukan pemeriksaan ke sejumlah desa di delapan kecamatan, termasuk dua desa di wilayah Kecamatan Cigombong.

“Kami berharap para Kepala Desa lebih hati-hati dalam melaksanakan program bantuan seperti RTLH. Berdasarkan banyaknya laporan dari berbagai pihak dan masyarakat saat ini pihak Kejaksaan dan Kepolisian tengah memantau secara intens,” harapnya.

Kiki menegaskan, Inspektorat juga saat ini telah menjadi Tim Pokja Saber Pungli yang dipayungi hukum oleh Peraturan Bupati (Perbup). 

Diakuinya, saat ini pemeriksaan Inspektorat masih menjadi sebuah momok yang dinilai membuat tegang situasi. Sehingga paradigma tersebut harus diubah menjadi media untuk membangun sinergitas bersama semua pihak.

Sementara itu, terkait tujuan pemeriksaan desa, Inspektorat akan menitikberatkan pemeriksaan pada pengendalian internal Pemdes, dengan sasaran pemeriksaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) memantau kemungkinan ada tidaknya terjadinya penyimpangan, tapi non-RTLH.

Untuk pemeriksaan di kecamatan, Inspektorat akan memantau terkait perkembangan PTP dan WTP yang harus dipertahankan, pemeriksaan keuangan kecamatan, dan ada atau tidaknya unsur ketidakpatuhan. Juga observasi langsung terkait pelayanan publik.

Terkait mekanisme pemeriksaan, Inspektorat akan melakukan pemeriksaan terkait dokumen, SPJ, dan laporan wawancara langsung, melakukan cek fisik, serta observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Pemeriksaan rencananya akan dilaksanakan selama selama delapan hari kerja dimulai pada Kamis (18/5/17).

“Rencananya dua hari ini kami akan melakukan pemeriksaan di internal kecamatan. Selanjutnya enam hari ke depan kami akan melakukan pemeriksaan di internal Pemerintah Desa,” tandasnya. 

Sebagai tambahan informasi, pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Cigombong serta para Kepala Seksi (Kasi) Kecamatan, delapan orang Kades serta perangkatnya masing-masing. Kades Wates Jaya tidak hadir karena sakit dan dalam perawatan di Rumah Sakit dan Camat sedang melaksanakan Ibadah Umroh ke Tanah Suci Mekah. (den)