Hallobogor.com, Bogor– Pedagang kaki lima (PKL) sepertinya masih menjadi sebuah permasalah sosial yang klasik di Kota Bogor. Keberadaan PKL dengan jumlah relatif banyak berada di pusat-pusat keramaian.

Di satu sisi, PKL sering menjadi pemicu masalah ketertiban umum karena menjajakan barang dagangannya di trotoar dan badan jalan, namun sisi lain secara ekonomis mereka masih tetap dibutuhkan sebagai besar masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara Satpol PP selaku instansi penegak Perda terus berupaya mengingatkan bahkan menertibkan PKL, namun selepas itu keberadaan PKL kembali muncul untuk menjajakan barang dagangannya.

“Penataan PKL pasar tumpah solusinya cuma satu harus dimasukan ke dalam pasar. Berbeda dengan PKL lain, untuk efek jera bisa dengan disita barang dan kelengkapan berdagangnya,” kata Kasat Pol PP Kota Bogor Herry Karnadi, Jumat (07/10/2016).

Herry melanjutkan, untuk benar-benar steril dari PKL, pengawasan dan penjagaan harus ekstra ketat dari Satpol PP. Untuk itu, sistem ini akan diterapkan dari sekarang dimulai pada kantung-kantung PKL yang telah ditertibkan seperti PKL di kawasan Jalan Cidangiang, Kehutanan dan Empang.

“Terkecuali untuk kawasan yang komplek semisal di kawasan Jalan Mayor Oking, penanganan PKL harus lintas SKPD. Selain itu, upaya kita lainnya dengan pemasangan CCTV,” cetusnya.

Pemasangan CCTV ini, jelas dia, fungsinya sebagai alat pemantau kondisi PKL termasuk petugas Satpol PP. Hal ini juga untuk memudahkan tugas Satpol PP bila dibandingkan harus berputar-putar ke beberapa titik untuk menertibkan PKL.

“Jadi, ketika ada peningkatan eskalasi di lapangan itu bisa segera direspon dengan cepat,” tandas Herry. (hrs).