Hallobogor.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mendukung program pemasangan listrik gratis bagi keluarga tidak mampu, yang masih banyak tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Sebagai bentuk nyata dari dukungan ini, IPC ambil bagian dalam penandatangan kerjasama Program Penyambungan Listrik melalui Sinergi BUMN untuk Masyarakat Tidak Mampu tahun 2018, yang diinisiasi Kementerian BUMN.

Melalui dana sponsorship, IPC akan fokus pada pemenuhan kebutuhan listrik bagi 2.000 keluarga miskin di wilayah Kota Bogor. Rumah-rumah mereka akan disambungkan aliran listrik dengan tarif dan daya tersambung R1T/450 VA (empat ratus lima puluh Volt Ampere).

“Ini adalah bentuk komitmen IPC berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap kerja sama dengan PLN dan beberapa BUMN lain untuk penyambungan listrik bagi 2.000 keluarga tidak mampu di Kota Bogor bisa terealisasi pada akhir tahun ini,” kata Direktur SDM dan Hukum IPC, Rizal Ariansyah, di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, terdapat sekitar 392.000 rumah di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta yang belum dialiri listrik. Mereka tidak mampu untuk membayar instalasi listrik yang rata-rata tarifnya di atas Rp1 juta.

Sebanyak 35 perusahaan BUMN bersinergi membiayai penyambungan listrik bagi Rumah Tangga Tidak Mampu di sekitar Jawa Barat bagian selatan dan Banten.

Rizal menambahkan, program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kementerian BUMN No. S114/S.MBU/07/2018, tanggal 13 Juli 2018, perihal Program Elektrifikasi Jawa Barat Bagian Selatan dan Banten.

Kementerian BUMN sendiri menargetkan mampu menyelesaikan pemasangan instalasi listrik bagi 103 ribu rumah tangga pada 28 Oktober 2018, dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 56,9 miliar.

Jumlah masyarakat kurang mampu yang dipilih untuk mendapatkan listrik tersebut ditetapkan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). (bvi)