Hallobogor.com, Cijeruk – Meski tanpa menerima upah maupun bantuan dalam bentuk finansial, namun para Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Cijeruk (IPSM – C) tetap berkomitmen untuk tetap konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan tanpa pamrih.

Hal tersebut dikatakan Seksi Koordinasi Antar Lembaga pada IPSM Kabupaten Bogor, Nandang Efendi, yang lebih akrab disapa Pepen, dalam kegiatan evaluasi kinerja lanjutan sekaligus silaturahmi jelang memasuki bulan suci Ramadan, di Kampung Selaawi RT 03/06, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk.

“Banyak suka dukanya saat kami melaksanakan penanganan sosial terhadap berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat khususnya yang tidak mampu, terutama dalam hal kesehatannya. Selama ini kami benar-benar bergerak secara swadaya tanpa mengandalkan biaya dari pihak manapun. Bahkan tidak jarang kami menanggulangi pembiayaan untuk pasien yang kami tangani dari kantong pribadi, terkadang kami patungan,” ungkap Pepen.

Pepen menjelaskan, IPSM menangani 26 permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di antaranya anak jalanan (anjal), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga menangani pengidap HIV/AIDS.

Sementara itu, IPSM Kecamatan Cijeruk, Yenny Rachmawati Suhur, mensosialisasikan beberapa program. Di antaranya, tentang mekanisme peralihan BPJS Mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang seluruh biayanya ditanggulangi oleh pemerintah.

“Semua masyarakat berhak mengajukan BPJS Mandirinya ke PBI. Namun, tentunya ada kriteria-kriteria khusus yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial,” jelas Yenny.

Tentang program Sangal atau Sabtu Ngalampah, lanjut Yenny, yakni suatu program di mana para anggota mengunjungi rumah-rumah warga yang sakit. Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu di minggu kedua. Selain itu IPSM Cijeruk juga berencana membuat program Safari ODGJ, di mana para penderitanya tidak harus dibawa ke RS Marzuki Mahdi, namun cukup ditangani di Puskesmas dengan menghadirkan tenaga medis terkait dari RS Marzuki Mahdi.

“Saat ini kami baru akan membangun komunikasi dengan kepala puskesmas. Dan kunci keberhasilan program itu tergantung pada respons aktif dari anggota kami. Intinya, target kami ke depan Cijeruk harus terbebas dari para ODGJ yang dipasung,” tandasnya. (den)