Hallobogor.com, Ciawi – Dampak dari bencana banjir beberapa waktu lalu, menebabkan saluran irigasi yang berada dibawah pebgawasan UPT Pengairan wilayah Ciawi, mengalami keeusakan yang cukup serius. Sebanyak 10 titik irigasi yang berada di Cisarua, Megamendung dan Ciawi, mengalami keeusakan yang cukup berat.

Dan, akibat terputusnya 10 saluran irigasi itu, berdampak terhadap mandegnya sektor pertanian, perikanan, dan kebutuhan bagi masyarakat lainnya. “Sekarang masih musim hujan, jadi air untuk tanaman padi kita masih tersedia. Namun, jika musim hujan selesai, sawah ini tidak akan teraliri air lagi, karena saluran irigasi di Cipari terputus akibat banjir,” ujar Komar, petani di Cisarua.

Terkait hal ini, Kepala UPT Pengairan Ciawi, Eka Sukarna, mengatakan, pihaknya pasca banjir melanda wilayah tersebut, para petugas yabg ada di masing masing wilayah, sudah melakukan inpentarisir. Hasilnya, 10 irigasi terputus. “Kita sudah mslakukan pemeriksaan si setiap kecamatan. Sebanyak 10 irigasi terputus akibat banjir dan longsor. Untuk penanganannya, karena irigasi itu rusak berat, tidak akan mampu ditangani melalui perawatan. Irigasi yang terputus itu, harus dikerjakan melalui reguler,” tutur Eka.

Sementara itu, para petani berharap, pemerintah kabupatem Bogor serius melakukan penanganan terhadap irigasi yang terpitus. “Para petani di Ciawi, sangat tergantung kepada saluran irigasi uang ada. Kami berharap, pemerintah secepatnya melakukan perbaikan. Karena, sumber usaha kami, adalah bertani,” kata Edi. (dang)