Hallobogor.com, Bogor – Karyawan baru hotel bintang empat di Desa Sentul, Citeureup, Kabupaten Bogor berinisial I (21 tahun) diduga mendapatkan pelecehan seksual dari Asisten Manager Restoran berinisial NS.

Pelecehan seksual yang sudah terjadi selama dua minggu terakhir ini terjadi semenjak I masuk kerja di restoran hotel tersebut, untuk memuluskan aksinya NS selalu mengancam korban.

“I dipaksa telanjang, diraba-raba lalu disuruh mengoral pelaku. NS selalu mengancam korbannya (menjambak rambut korban) dalam menjalankan aksi bejatnya,” ujar kerabat korban bernama Liza usai melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Bogor, Selasa (2/10).

Dia mengungkapkan, pelaku NS diduga melakukan aksinya sebanyak tiga kali. Dua kali di ruangan kerja NS dan satu kali di ruangan VIP restoran tersebut.

“Pertama kali melakukan, pelaku disuruh datang ke hotel pada pukul 06.00 WIB lalu Ia mengunci pintu ruangan dan melakukan pelecehan seksual. Dalam setiap aksinya NS secara verbal menyerang korban, dia mengatakan kamu tuh jangan menceritakan perbuatan saya ke orang lain karena kamu kerja berkat bantuan saya, kamu masih mau kerja di sini kan?,” terangnya.

Liza menuturkan, selain I karyawati lainnya pun pernah atau kerap mendapat perlakuan pelecehan seksual serupa. Bahkan beberapa korban mengundurkan diri akibat ulah bejat pelaku.

“Korban sempat mengadukan pelecehan seksual ini kepada leader dan managernya, tapi tidak ada respons dari manager yang juga atasan langsung pelaku. Karena kejadian ini terus terulang sementara managernya cuek, maka besok kami juga akan melaporkan kelakuan bejat korban kepada General Manager (GM) hotel terkenal tersebut,” tutur Liza.

I selaku korban mengemukakan, para korban atau teman sejawatnya mendukung dirinya yang akan melaporkan kasus ini baik ke pihak kepolisian maupun GM hotel tersebut.

“Karyawati di restoran hotel tersebut sudah geram karena ulah NS yang kerap genit hingga melecehkan mereka. Karyawati yang menolak aksi pelaku juga tidak nyaman dalam bekerja karena kerap dijudesi bahkan dimarahi dengan alasan yang tidak jelas,” tandasnya. (cep)