Hallobogor.com, Cibinong-Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadi Wibawa, desak Kejaksaan Negeri ( Kejari) Cibinong segera mengungkap dugaan kasus pungutan liar (Pungli) yang menyeret 40 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di Kabupaten Bogor.

Kejari Cibinong juga dituntut untuk bergerak, dan mencokok para oknum pelaku Kepala UPT tersebut, dimana kasus yang beredar itu adalah memuluskan para guru meraih jabatan sebagai kepala sekolah.

Egi berharap, agar kasus yang berkembang tidak meredup. Menurutnya, pemberian upeti atau pungli yang diberi para guru kepada kepala UPT jangan dibiarkan, ini tentu akan mencoreng dan merusak tatanan di dunia pendidikan.



Maka dalam hal ini, sudah seharusnya Kejari berkewajiban untuk segera mengungkap kasus pungli tersebut.

“Kalau memang terbukti harusnya ada sanksi selanjutnya. Ke depan, proses rekrutmen guru menjadi kepala sekolah harus dilakukan secara jujur dan transparan dengan mempertimbangkan kualitas, bukan malah menyuap atau memberi upeti.

Ia juga berharap seluruh kepala sekolah yang bakal mengalami periodesasi nanti memahami aturan baru dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

“Selain memberikan penilaian dan bimbingan terhadap kepala sekolah, juga memberi kesempatan terhadap guru lain yang berkompetensi menjadi kepala sekolah,” bebernya.

Ia pun meminta seluruh kepala UPT Pendidikan memiliki tolak ukur yang jelas saat mengangkat guru menjadi kepala sekolah. Kualitas pendidikan harus terus dijaga agar dapat melahirkan insan yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

“Kepala sekolah harus membuat lembaga pendidikan menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut sumber kuat salah satu petugas Kejari, bahwa Kejari Cibinong sudah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Untuk mendalami kasus pungli, salah satu pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diperiksa untuk dimintai keterangan.

“Iya tadi sekitar pukul 12:30 WIB, dari Disdik datang dan keluar pukul 13:30 WIB dengan membawa berkas. Ia lalu dimintai berkas mengenai periodesasi kepala sekolah,” ujar petugas Kejari yang enggan namanya di sebut.

Sementara hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari Kejari terkait kasus yang mengejutkan di Bumi Tegar Beriman. (ydi).