Hallobogor.com, Cisarua – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade terus berkeliling ke sejumlah pelosok desa untuk menengok kondisi rakyat Kabupaten Bogor yang terkena musibah longsor dan banjir bandang. Dalam setiap kunjungannya, selain memberikan bantuan berupa uang dan kebutuhan pokok, juga mendoakan dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Pada Senin malam (5/2/2018), Jaro Ade menyempatkan diri untuk bersua dengan Asep, warga Kampung Maseng RT 2/8 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk. Asep harus kehilangan istrinya, Nani (35) beserta empat buah hatinya Alan (17), Aurel (1,9 bulan) Aldi (8,5) dan Adit (10) karena tertimbun longsor secara bersamaan pada Senin (5/2/2018) pukul 12.00 Wib.

Pada Selasa (6/2/2018), Jaro Ade yang didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Cisarua Wawan Haikal Kurdi beserta relawan SAHAJA berkeliling dari kampung ke kampung di beberapa desa di wilayah Kecamatan Cisarua. 



Lokasi pertama yang didatangi adalah Kampung Neglasari Desa Tugu Utara. Di kampung ini tebingan perkebunan teh ambrol dan menutup jalan desa serta merusak rumah-rumah warga.

Lokasi kedua Kampung Al Fudoriyah Desa Tugu Selatan. Di lokasi ini jalan lingkungan warga terputus. Luapan air juga merusak rumah warga serta kebun dan kolam milik warga.

Di Kampung Cisuren Desa Tugu Utara malah lebih parah lagi. Jaro Ade menyaksikan rumah Ustad Rusdi hilang dan tak ada benda yang bisa diselamatkan akibat tergerus air bah. Beberapa rumah lainnya di sekitaran rumah Ustadz Rusdi mengalami hal serupa sehingga harus direlokasi. 

Di Kampung Cisuren, sedikitnya 125 jiwa dan 35 Kepala Keluarga harus mengungsi di Majelis Hidayatul Akmaluddin dan Vila Efata.

Wilayah Kampung Batu Kasur Desa Batulayang juga tak luput dikunjungi Jaro Ade. Didampingi Kades Batulayang Iwan Setiawan, Jaro Ade memantau jembatan penghubung dengan Desa Tugu Utara yang terputus ditambah beberapa rumah warga yang rusak. 

Dari sana, Jaro Ade lantas bergeser ke Kampung Cipari, Desa Leuwimalang, dan dilanjutkan ke Desa Sukamahi Kecamatan Megamendung untuk memenuhi undangan para alim ulama se-Kecamatan Megamendung dan komunitas Peci Hitam Sukamahi (PHS).

Dengan terjadinya bencana alam longsor dan banjir bandang di kawasan Puncak dan selatan Kabupaten Bogor, Jaro Ade berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Selain itu, Jaro Ade juga memanjatkan doa kepada semua warga yang terkena musibah. “Semoga diberikan ketabahan dan Allah SWT mengganti rezeki mereka agar bisa membangun rumah melalui kebijakan pemerintah. Dan bagi mereka yang meninggal, kita turut berduka cita dan mudah-mudahan keluarganya diberikan ketabahan dan kesabaran. Kita yakin saudara-saudara kita yang meninggal akibat bencana alam akan ditempatkan di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Khusus kepada Pemkab Bogor, Jaro Ade meminta agar segera melakukan penanganan dengan cepat menggunakan dana taktis. “Jangan banyak rapat. Investigasi di lapangan, aparat desa memberikan data yang akurat, dan langsung dilakukan langkah-langkah mana yang harus mendapat penanganan, mana yang harus direnovasi, mana yang harus direlokasi. Tidak semestinya juga harus menunggu lama-lama, harus ada survei, geologi, segala macam. Kan secara kasat mata saja sudah harus bisa,” tegasnya. (cep)