Hallobogor.com, Cibinong – Calon bupati Bogor dari Partai Golkar dan PAN Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, menunjukkan keseriusannya untuk berlaga di Pilkada Juni 2018 mendatang. Maka sesuai aturan, agar bisa mulus mengusung Jaro Ade dan Golkar bisa menjadi peserta Pemilu baik Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, Golkar pun mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor.

Dalam prosesi pendaftaran ke KPU, puluhan pengurus utama DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor mengambil start dari kantor DPD dan berjalan kaki ke kantor KPU di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu akhir pekan kemarin. Dalam rombongan juga nampak Ketua dan pengurus PAN Kabupaten Bogor ikut mendampinginya.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, selain aturan Pemilu pendaftaran ke KPU ini juga sesuai arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. “Ini sudah amanat UU pemilu, terlebih sekarang adalah hari terakhir,” ujarnya, Sabtu (16/10/2017). 

Jaro Ade mengungkapkan, jika mengacu pada jumlah keseluruhan kadernya, Kartu Tanda Anggota (KTA) mencapai 30 ribu. Namun kali ini Golkar hanya menyerahkan 1.732 KTA (KTP-e) anggota Golkar Kabupaten Bogor disesuaikan dengan persyaratan.

“Ini hanya uji coba aja, sisanya ada buat dicadangkan jika masih kurang,” ujarnya. 

Selain ke KPU, sambungnya, pemberkasan dan penyetoran KTA anggota sudah terlebih dahulu diberikan kepada DPD Golkar Jabar hingga DPP.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti, menegaskan, sesuai dengan Surat Edaran KPU Nomor 580 semua partai politik yang ingin mengikuti dan menjadi peserta pemilu harus menyerahkan minimal 1.000 KTP-e dan KTA agar bisa diverifikasi. “Nanti tinggal dicocokan datanya,” ucapnya. 

Dalam tahapan pendaftaran parpol ini, imbuh Haryanto, KPU juga telah menerima berkas dari partai yang baru menjadi peserta pemilu. 

“Ada Perindo, Idaman, Berkarya, Garuda dan PSI. Pada prinsipnya untuk lolos menjadi peserta pemilu harus mencapai 1.000 anggota,” tandasnya. (cep)