Hallobogor.com, Bogor – Masyarakat Kota Bogor kini telah menghasilkan figur pemimpin baru selain Bima Arya Sugiarto. Dia adalah Dedie Abdul Rachim yang telah sah terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bogor mendampingi Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor.

Sosok Dedie Rachim di telinga dan mata masyarakat Bogor tentu saja tergolong baru. Ia mulai populer sejak menjadi Calon Wali Kota Bogor sehingga namanya kerap muncul di berbagai media.

Hal ini juga cukup mafhum lantaran sebelumnya Dedie lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta saat bertugas Direktur PJKAKI di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, sesuai aturan yang berlaku di KPK, Dedie dilarang memiliki akun media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, whatsapp, instagram, dan sejenisnya. Sekalipun tetangganya di perumahan Bogor Raya, tak ada satu pun yang tahu Dedie adalah pejabat KPK. Ini lantaran istrinya Sari Deviyanti Andayana dan keluarga Dedie terikat aturan untuk tidak membocorkan pekerjaan Dedie di lembaga antirasuah.



Seorang Dedie dengan dunianya yang baru menjadi pemimpin berbagai lapisan masyarakat, terjun langsung ke dunia birokrasi, sosial, politik dan banyak bidang lainnya, bakal segera dijalaninya secara resmi 6 Juni 2019 mendatang setelah pelantikan.

Kendati begitu, etika, karakteristik, dan gaya kepemimpinan (leadership) Dedie Rachim mulai terlihat di masyarakat. Waktu yang cukup luang menjelang pelantikan sebagai Wakil Wali Kota Bogor ia manfaatkan untuk belajar dan mengenal lebih dekat masyarakat Bogor.

Hampir setiap hari Dedie terjun untuk bersilaturahim menemui tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, maupun organisasi/lembaga.

Pada Rabu 1 Agustus 2018 misalnya, Dedie berkunjung ke kediaman keluarga besar H. Endang Kosasih, seorang pria yang dikenal sebagai sesepuh, tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik kawakan Bogor yang berposko di kawasan Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Usai pertemuan, Dedie mengaku membicarakan banyak hal dengan H. Endang Kosasih, khususnya tentang Bogor dan kondisinya saat ini. Banyak pesan dan kesan pula yang ia dapatkan setelah berbincang hangat dengan H. Endang Kosasih yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

“Sebagai junior, tentu saya harus berkunjung, bersilaturahmi. Kebetulan saya juga masih lama dilantik. Jadi kesempatan ini saya pakai untuk bersilaturahmi dengan banyak tokoh di Bogor, salah satunya berkunjung ke Kang H. Endang Kosasih ini adalah prioritas,” katanya.

Dedie mengatakan, H. Endang Kosasih dan para senior Bogor sangat mengharapkan Bogor ke depan lebih baik, lebih maju, dan sejahtera. “Nah, ini kan harus saya tangkap. Pesan-pesan itu yang harus saya cerna dan dijadikan langkah-langkah dalam bentuk program dan kegiatan,” ungkapnya.

Harus mulai dari mana langkahnya, kata Dedie, dirinya dan Bima Arya sudah berbagi tugas sesuai tupoksi. “Saya lebih ke internal, birokrasinya diperbaiki, metode pelayanan publiknya diperbaiki, mudah-mudahan bisa berdampak pada kualitas pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Ditanya lebih lanjut apakah aktivitas kunjungan ke masyarakat dan para tokoh ini akan terus dilakukan atau tidak setelah dilantik, Dedie tetap berkomitmen meluangkan waktu untuk itu. Terlebih kesibukan seorang wakil wali kota akan lebih luang dibanding wali kota. “Silaturahmi kan salah satu bagian menggalang potensi bersama untuk memperbaiki. Dari silaturahmi dan komunikasi intensif kita akan dapat konsep, pola, bagaimana keinginan masyarakat dapat diwujudkan. Si eksekutif harus mendekatkan mimpi masyarakat jadi kenyataan. Dengan pola komunikasi yang efektif mudah-mudahan semakin banyak ide atau gagasan yang ditangkap,” bebernya.

Di tempat yang sama, H. Endang Kosasih mengaku bangga dengan etika dan karakter kepemimpinan Dedie Rachim yang cukup wise, tulus, sederhana, dan punya segudang terobosan. “Saya banyak berdiskusi dengan Dedie tadi. Saya melihat sosok Dedie Rachim adalah tipe pemimpin ke depan untuk Bogor. Kehadiran Dedie Rachim juga cukup menjawab keinginan warga Bogor yang ingin jauh dari perilaku korupsi,” tandasnya. (cep)