Hallobogor.com, Baranangsiang- Light Rail Transit (LRT) adalah moda transportasi perkotaan, oleh karena itu saat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyingung soal LRT, Presiden Joko Widodo minta dibangun terminal LRT di kawasan Baranangsiang.

Pembicaraan soal LRT muncul saat Bima Arya dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Bogor, Selasa (11/8), guna membahas tentang penataan kota Bogor. Termasuk relokasi pedagang kaki lima yang masih berdagang di seputar kompleks Istana Bogor.

“Saya sempat menyinggung masalah rencana pembangunan LRT di Terminal Baranangsiang. Usul saya, lebih baik LRT ditempatkan di terminal lain di luar kota sehingga tidak terlalu menumpuk di pusat kota,” kata Bima Arya.

“Tapi kata Pak Jokowi, konsep LRT memang untuk transportasi orang kota. Jadi beliau menganggap lebih baik di Baranangsiang, tapi ini belum diputuskan jadi masih dikaji,” tambah Bima Arya.

Tentang pedagang kaki lima (PKL) menurut Bima Arya, Joki minta ditata kembali dan ditempatkan ke dalam pasar terdekat.

“Beliau sangat concern bagaimana PKL-PKL di kota ini bisa ditata dengan baik, bisa dimasukkan ke dalam pasar,” ujar Bima Arya.

Dia menjelaskan, lantaran Presiden kini tinggal di Bogor, maka Jokowi sering blusukan ke wilayah di sekitar Istana. Menurut Bima, banyak pemikiran Jokowi yang diharapkan bisa dilaksanakan pemerintah kota untuk menata Bogor lebih baik. (Abu)