Hallobogor.com, Bogor – Wilayah Kabupaten Bogor rawan terhadap bencana alam. Terhitung sejak Januari 2017, sebanyak 430 kejadian bencana melanda Bumi Tegar Beriman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, bentuk bencana alam terdiri dari tanah longsor 159 kejadian, banjir 44 kejadian, kebakaran 54 kejadian, angin kencang 145 kejadian, kekeringan 12 kejadian, dan lain-lain 16 kejadian. Titik kejadian tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, Sumardi, mengatakan, dengan banyaknya kejadian bencana tersebut pihaknya meminta kepada warga agar lebih waspada. Terutama warga yang tinggal di kawasan tebingan yang banyak terdapat di Bogor Timur, Selatan, dan Barat. 

“Selain itu warga juga agar berhati-hati terhadap kemungkinan-kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi seketika saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang berlangsung lama,” katanya, Selasa (3/10/2017).

Sumardi menambahkan, BPBD sudah memberikan selebaran secara tertulis terkait kewaspadaan bencana kepada seluruh desa agar bisa disampaikan langsung untuk warganya. “Hal ini supaya pihak desa mampu mengambil langkah cepat ketika ada kejadian bencana dan mengurangi adanya korban jiwa,” ujarnya.

BPBD, sambungnya, juga berharap adanya sinergitas mulai dari desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk sama-sama mengantisipasi dampak kejadian bencana. Sebab tanpa adanya kerja sama yang baik antara semua sektor maka hal tersebut akan sulit diatasi secara maksimal.

“BPBD tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari semua lini demi memberikan pelayan kepada masyarakat,” tambahnya. (yad)