Hallobogor.com, Bandung – Badai politik jelang Pilkada tengah mengguncang tubuh Partai Golkar di Provinsi Jawa Barat. Dipicu tersebarnya ‘surat rekomendasi’ DPP Partai Golkar yang memilih Ridwan Kamil untuk dicalonkan menjadi gubernur Jabar pada Pilkada Juni 2018 nanti, kader Golkar se-Jabar merapatkan barisan.

Mereka berkumpul melakukan rapat dan diskusi bertema “Kajian Ilmiah Kondisi Golkar” di Kantor DPD Partai Golkar Jabar di Jalan Maskumambang Nomor 2 Bandung, Selasa (26/9/2017). Pertemuan ini dihadiri seluruh ketua dan sekretaris DPD Golkar tingkat kota dan kabupaten serta pengurus tingkat kecamatan (PK).

Bagaimana hasilnya? Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono, yang dikonfirmasi saat berada di arena pertemuan menyatakan bahwa seluruh kader Golkar se-Jabar tetap solid mengusung H. Dedi Mulyadi untuk tetap dicalonkan sebagai gubernur Jabar. 

“Hasilnya adalah DPD-DPD kota dan kabupaten se-Jawa Barat menyampaikan dukungannya terhadap H. Dedi Mulyadi untuk tetap dicalonkan sebagai gubernur Jawa Barat,” kata Heri Cahyono kepada Hallo Media Network.

Dalam pertemuan tersebut juga diwarnai dengan aksi unjukrasa kader Golkar dengan melakukan pengumpulan koin untuk DPP Golkar sebagai simbolisasi menolak bau transaksional dalam menentukan rekomendasi bagi calon gubernur Jabar dari Partai Golkar.

Dalam orasinya, H. Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar mengungkapkan bahwa dirinya mengaku pernah dimintai uang Rp10 miliar oleh seorang tokoh dari Bogor jika ingin rekomendasi DPP mulus diberikan kepadanya. 

Menyikapi munculnya surat rekomendasi bodong dari DPP untuk Ridwan Kamil, Dedi menegaskan bahwa Golkar Jabar telah melaporkan beredarnya surat tersebut ke Polda Jabar dengan tudingan pelanggaran UU ITE.

Selain itu, H. Dedi Mulyadi yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini menegaskan bahwa diskusi kajian ilmiah dalam pertemuan tersebut salah satu intinya mengungkapkan kondisi terkini Golkar di Jawa Barat.

“Kami menggelar kajian tematis hasil kajian akademis di mana di tengah menurunnya elektabilitas Golkar secara nasional tapi tren Golkar di Jawa Barat mengalami kenaikan,” ungkapnya. (cep)