Hallobogor.com, Caringin – Kepala Desa (Kades) Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Komarudin Jaelani (KJ) kembali bermasalah. Kini, ia dipolisikan warga bernama Alex karena diduga menggelapkan jual beli tanah.

Kabar tersebut sudah merebak di masyarakat Pasirbuncir dan Kecamatan Caringin. Bahkan sebagian menyebutkan KJ telah dijemput paksa oleh aparat kepolisian dari Polres Bogor lantaran dua kali pemanggilan tak mau hadir.

Dari informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari laporan warga bernama Alex kepada Polres Bogor Satreskrim Unit 1 tentang pidana umum terkait penjualan tanah yang dilakukan oleh KJ. 

Kanit Reskrim Polsek Caringin, Ipda Suseno, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa KJ dilaporkan ke Polres Bogor. Kendati demikian, untuk sementara KJ hanya dijadikan sebagai saksi. Dan kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Bogor.

“Hanya sebagai saksi, karena kasus ini sudah ditangani Polres Bogor bagian Unit 1 tentang pidana Umum,” singkatnya ketika dikonfirmasi melalui telpon selular.

Sementara itu, Kepala Unit 1 (Kanit) Polres Bogor, Ipda Enjo, membenarkan adanya pelaporan terkait masalah jual beli tanah yang dilakukan KJ.  Pihaknya kini tengah mendalami kasus tersebut dan belum melakukan penetapan tersangka.

“Ya benar ada laporan dari saudara Alex, namun tidak ada penangkapan Kepala Desa Pasir Buncir.  Karena masih sebagai saksi saja,” singkatnya.

Sekadar informasi, sekitar bulan Februari sampai Maret 2015 silam, KJ juga terlibat kasus serupa sehingga didemo oleh warganya. Pada waktu itu, sejumlah pemilik tanah mengaku tidak terima tanahnya dijual oleh Kades ke pihak ketiga tanpa persetujuannya. Selain itu, KJ juga diduga melakukan transaksi jual beli menggunakan stempel Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirbuncir.

Tak sampai di situ, tidak lama berselang KJ juga terlibat kasus serupa di mana warganya menuding KJ menjual aset tanah adat. Lantaran pada waktu itu tidak ada yang melaporkan, dari bulan Maret hingga Oktober 2015 kasusnya sempat tenggelam. Dan kini dengan dasar laporan warga bernama Alex, kasus tersebut kembali merebak. (cep)