Hallobogor.com, Citeureup – Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, adalah desa ketiga yang mendeklarasikan diri sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, hal serupa dilakukan oleh Desa Kemang Kecamatan Kemang dan Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang.

Deklarasi ini dilaksanakan pada Kamis (30/11/2017) di Gedung Diklat Kementerian PUPERA, Desa Sanja. Pada hari itu sekaligus dilangsungkan sosialisasi manfaat program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Desa Sanja yang mulai sadar akan manfaat jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan ini ditandai dengan ter-covernya seluruh perangkat desa, dari staf desa, kader PKK, Ketua RT dan RW.

“Untuk iurannya kami cover dulu dengan menggunakan dana talangan. Karena RT, RW, PKK itu dapat insentifnya setiap empat bulan. Jadi per bulannya saya talangi dulu,” kata Kepala Desa Sanja, Solahudin.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor, H. Cep Nandi Yunandar, mengharapkan semua perangkat desa jadi duta BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan jaminan sosial bidang ketenagakerjaan kepada masyarakat. Di mana program-program BPJS Ketenagakerjaan melindungi dari risiko sosial yang ada kaitannya dengan ketenagakerjaan.

“Saya berharap sisanya, yakni 413 desa lagi di Kabupaten Bogor mengikuti seperti Desa Sanja dan Desa Kemang serta Cijayanti untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Semua perangkat desanya ter-cover dan ikut mensosialisasikan pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.

Menurut Cep Nandi, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi pasalnya masih banyak potensi masyarakat pekerja yang belum terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, terutama konsentrasinya pekerja sektor informal (pekerja bukan penerima upah/PBPU) khususnya di wilayah Kabupaten Bogor Bogor. “Apalagi sebagian besar masyarakat belum bisa membedakan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan,” tukasnya.

Masyarakat Desa Sanja sendiri dari berbagai unsur masyarakat nampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Bahkan mereka yang bukan perangkat desa pun tertarik menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Usai sosialisasi, warga antre mendaftarkan diri di mobil keliling BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya pun mudah, hanya copy KTP serta membayar iuran Rp16.800/bulan untuk program Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Warga juga bisa menambah program manfaat lain seperti Jaminan Hari Tua (JHT) atau Jaminan Pensiun (JP).

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor asal Citeureup, Hendra Budiman, yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menganjurkan agar masyarakat ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (cep)