Hallobogor.com, Caringin – Ratusan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bogor kini tak lagi galau dalam menyerap Dana Desa yang bersumber dari APBN.

Kegalauan para kades tersebut setidaknya dapat terobati setelah menghadiri acara workshop pendampingan desa yang diselenggarakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), pada Jumat lalu (02/10/2015) pukul 13.30 Wib.

Acara tersebut dihadiri seluruh Ketua Paguyuban Kepala Desa dari lima kabupaten se-Jawa Barat termasuk Kabupaten Bogor.

“Saya ikut hadir mewakili Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Caringin H Aldi Wiharsa. Intinya sekarang kami tak lagi takut untuk menyerap dan menggunakan Dana Desa setelah mendapatkan penjelasan dari pak Dirjen,” kata Kades Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Yudi Wahyudin.

Yudi mengungkapkan, bahwa semua Kades bisa mengacu kepada Permendes Nomor 5 Tahun 2015 tentang teknis penggunaan Dana Desa, di mana prioritas utama Dana Desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa dan penguatan perekonomian masyarakat desa.

“Ya, pak Dirjen juga menegaskan bahwa Dana Deaa dilarang digunakan untuk kepentingan politk seperti Pilkades atau Pilkada,” jelasnya.
Yudi mengakui, dalam acara tersebut mayoritas Kades di Jabar memang merasa galau dalam menyerap Dana Desa terutama yang berkaitan dengan kesesuaian RPJMDes dan RKPD.

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar, mengatakan, saat ini penyerapan Dana Desa dari APBN ke setiap kabupaten sudah 100 persen, dan dari kabupaten ke desa-desa sudah sekitar 65-75 persen.(cep)