Hallobogor.com, Bogor – Tak dipungkiri kasus-kasus penolakan pasien kerap dikeluhkan sebagian masyarakat khususnya di Bogor. Tentu hal tersebut terjadi dengan berbagai sebab dan latarbelakang persoalan.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Rubaeah, menegaskan bahwa setiap Rumah Sakit atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) dilarang menolak pasien. Termasuk pasien dari luar wilayah Kota Bogor.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, “Laporkan ke saya atau kepada staf saya kalau ada pasien ditolak Rumah Sakit,” tegasnya dalam acara sosialisasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) bersama BPJS Cabang Bogor, Kadisnakersostrans, Kadisdukcapil, dan Kepala Kantor Pos Bogor.



Dr. Rubaeah menjelaskan, berdasarkan amanat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, kuota tempat tidur untuk pasien kelas III (warga kurang mampu) di Rumah Sakit sebesar 40 persen.
“Kalau terjadi masalah misalnya tempat tidur penuh, maka aturannya pasien bisa dititipkan di kelas lebih atas. Kalau kondisinya darurat atau emergency,” tandasnya.

Ia juga tak bisa memungkiri, penuhnya tempat tidur di sebuah Rumah Sakit oleh sebab Rumah Sakit menganut prinsip tidak melihat asal atau alamat pasien, apakah berasal dari Kota atau Kabupaten Bogor. “Jujur saja jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor 85 persennya berasal dari Kabupaten Bogor. Tapi Rumah Sakit tidak bisa menolak,” terangnya.

Rubaeah menambahkan, dari sisi sarana dan fasilitas, saat ini di Kota Bogor terdapat 1 RSUD, 14 RS swasta, 24 Puskesmas, dan 31 Pustu. “Semua Puskesmas di Kota Bogor sudah memiliki sarana dan prasarana pelayanan kesehatan tingkat pertama, bahkan sebagiannya sudah bisa rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, Kadinkes berharap semua RS bisa bekerjasama dengan BPJS. “Sedangka jenis pelayanan apa yang didapatkan oleh pasien peserta BPJS tentu sesuai dengan isi kontrak dalam BPJS,” tukasnya. (cep).