Hallobogor.com, Bogor – Kepemimpinan Bima Arya Sugiarto sebagai Wali kota Bogor mendapat apresiasi positif dari kalangan aktivis dan akademisi di Kota Bogor. Banyak perubahan fundamental yang disuguhkan Bima Arya selama empat tahun belakangan.

Sekjen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bogor Raya, Amril S. Rangkuti, menilai Kota Bogor butuh pemimpin yang memiliki pendidikan tinggi dan jaringan nasional serta internasional yang kuat.

Amril menyatakan, kriteria tersebut sudah dimiliki Bima Arya Sugiarto yang merupakan politisi berlatar belakang akademisi. Bima sendiri merupakan lulusan S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, Bandung, lalu S2 Studi Pembangunan (Development Studies)di  Monash University, Melbourne dan S3 di Flinders University, Adelaide, Australia. Pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 ini juga aktif mengajar di Universitas Paramadina.

“Kebutuhan kota bogor saat ini bukan saja menjadi kota yang maju di nasional tapi sudah menjadi keharusan Kota Bogor sebagai kota yang bertaraf internasional sejajaran dengan kota-kota besar lainnya di dunia seperti New York, Amsterdam, Berlin, Tokyo, Shanghai dan lainnya,” ungkap Amril.

Ia menambahkan, Kota Bogor juga untuk pertama kali meraih predikat internasional sebagai Kota Yang Paling Dicintai Warganya dari WWF International. Tidak itu saja, Bima juga sering menjadi pembicara dalam forum-forum internasional sehingga Kota Bogor dinilai baik di mata Negara lain.  

“Selain prestasi internasional tersebut banyak sekali pertasi nasional lainnya seperti Piala Adipura, Kota Layak Anak dari Menteri PPPA, Penghargaan Wahana Tata Nugraha Bidang Angkutan, Lalu Lintas & Keselamatan Lalu Lintas dari Wakil Presiden, penghargaan Kota Sehat 4 tatanan dari Menkes. Menerima Penghargaan LAKIP Predikat ‘B’ dan menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pengelolaan keuangan dari BPK,” bebernya.

Indikator keberhasilan lainnya, lanjut dia,  adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 73,1 menjadi 75,04 (BPS Kota Bogor 2017). Peningkatan IPM Kota Bogor sangat diperlukan sebagai kota yang menjadi penyangga ibu kota dan juga kota yang menjadi kediaman Presiden RI. 

“Maka kedepan Kota Bogor harus dipimpin oleh pemimpin yang punya pendidikan tinggi dan punya jaringan internasional yang kuat karena sudah saatnya Kota Bogor menjadi kota berkelas internasional,” pungkasnya.(cep)