Hallobogor.com, Caringin – Organisasi kemasyarakatan Karang Taruna sebagai wadahnya generasi muda memiliki banyak harapan sekaligus tantang berat ke depan. Oleh karena itu, Karang Taruna harus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya serta mampu lebih berdayaguna dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Saat membuka Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, di GOR Caringin, Kamis (19/5/2016), Sekretaris Camat Caringin, Minarso, mengemukakan, di depan sudah banyak berbagai macam pembangunan dan tantangan yang harus dihadapi pemuda. Pemuda juga ditantang untuk meneruskan estafet kepemimpinan yang akan terus berganti.

“Di Caringin saja tantangannya cukup berat. Angka melek huruf masih di peringkat ke 23 dari 40 kecamatan. Angka kematian ibu dan bayi tinggi. Selain itu kerap terjadi tawuran pelajar dan berbagai bentuk perilaku negatif masyarakat. Maka kami ingin pemuda mampu membentengi diri. Kami dari pemerintah kecamatan siap mendukung Karang Taruna, karena sudah amanat Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2009 di mana pemerintah wajib memfasilitasi kegiatan kepemudaan,” ungkapnya, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Minarso menjelaskan pula, bahwa wilayah Caringin memiliki banyak potensi dan sentra ekonomi yang bisa dikembangkan oleh Karang Taruna. “Belum lagi dengan perkembangan ekonomi ke depan di mana Caringin akan dilintasi jalan tol dan objek wisata terbesar di Asia,” katanya.

Hal senada dikatakan Kapolsek Caringin, AKP Hariyanto. Meski secara umum di wilayah hukum Caringin tak muncul peristiwa signifikan gangguan kamtibmas, akan tetapi kata dia, di negara kita muncul berbagai kejadian gangguan kamtibmas seperti gejala kebangkitan kembali komunisme, kejahatan seksual, perilaku asusila, peredaran narkoba, serta berbagai bentuk kriminalitas.

“Jangan sampai merambah ke wilayah Caringin. Maka pemuda harus waspada, ikut peduli dan antisipasi. Pemuda harus paham betul kejadian di lingkungannya. Laporkan kalau ada kejadian,” tegasnya.

Kasi Binsos Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Dwi Widiastuti, menambahkan, Karang Taruna bisa menampung berbagai macam aspirasi masyarakat desa. “Karang Taruna juga bisa mengembangkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), UKM, dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Dinas siap berikan pembinaan dalam mengembangkan potensi desa,” imbuhnya.

Sekadar informasi, dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna, pada Pasal 1 ayat 1, Karang Taruna adalah organisasi kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa atau kelurahan atau nama lain yang sejenis terutama bergerak di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Ayat 2, Anggota Karang Taruna yang selanjutnya disebut warga Karang Taruna adalah setiap anggota masyarakat yang berusia 13 tahun sampai dengan 45 tahun yang berada di desa atau kelurahan. Dan pada Pasal 7, Karang Taruna memiliki tugas bersama-sama Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemda Kota/Kabupaten untuk menyelenggarakan pembinaan generasi muda dan menyelenggarakan kesejahteraan sosial.(cep)