Hallobogor.com, Bogor – Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2017, manajemen dan karyawan Pabrik Aqua Citeureup, Bogor, gencar membuat lubang biopori. Pembuatan lubang biopori ini dikemas dalam acara Sakasalubi atau Satu Karyawan Satu Lubang Biopori.

Kegiatan ini tak hanya dilakukan sekali. Akan tetapi dilakukan secara berkesinambunagan oleh seluruh karyawan dan manajemen sampai dengan acara puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup.  

Kegiatan yang dilakukan di area pabrik ini, selain membuat lubang biopori juga dilakukan pemanenan kompos dari lubang biopori yang sudah ada sebrlumnya. Karyawan juga membersihkan dan merapikan sumur resapan yang sudah lama dibuat yang berlokasi di kawasan Hutan Kota Aqua Citeureup.



Director Plant Pabrik Aqua Citeureup, Tatang Sondana, bukan saja mendukung kegiatan yang dilakukan karyawannya. Ia ikut terjun langsung dalam proses pembuatan lubang biopori. 

“Pembuatan lubang biopori harus diikuti dengan pemeliharaan. Pemanenan biopori hari ini bukti bahwa biopori mampu menyerap air serta bisa menghasilkan kompos untuk pupuk tanaman di pabrik. Cycle biopori ini sangat penting untuk kelestarian alam,” papar Tatang.  

Dalam kegiatan ini, dibuat 100 lubang biopori dan dipanen 50 lubang biopori dari total 420 lubang yang telah dibuat. Pemanenan biopori dipanen setiap 3 bulan sekali. 

Humas Pabrik Aqua Citeureup, Ilyas Sudarso, menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengajak karyawan Aqua lebih peduli tentang lingkungan. “Kami juga mengajak semua karyawan agar mengajak  supaya ikut terlibat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan di lingkungannya masing-masing,” kdengan membuat lubang biopori di masing-masing tempat tinggalnya.  

Kepala Desa Cicadas, Abas Baesuni, mengapresiasi aksi yang dilakukan manajemen dan karyawan Aqua Citeureup tersebut. “Atas nama masyarakat Desa Cicadas kami menyampaikan terima kasih kepada Aqua yang sudah melakukan aksi nyata dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui program yang sudah dilakukan yaitu edukasi konservasi air. Kegiatan ini sangat sinergi dengan program desa yaitu ingin menjadikan Desa Cicadas bersih dan sehat,” ungkapnya. (cep)