Hallobogor.com, Cisarua – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) PT Perusahan Listrik Negara (PLN) membangun pesantren tahfidz di Kampung Joglo, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh jajaran Direksi PLN, Jumat (11/11/2016).

LIHAT JUGA FOTONYA : Suasana Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren di Kampung Joglo

Acara peletakan batu pertama ini dirangkaikan dengan kegiatan sosial santunan terhadap 300 anak yatim dan kaum dhuafa.

Acara dihadiri oleh jajaran Direksi PLN di antaranya, Direktur Human Capital Management PT PLN Muhammad Ali, Direktur Keuangan Sarwoto Sudarto, Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali Amin Subekti, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS, Kepala PLN DJP Jawa Barat Iwan Purwana, dan Kepala APJ Bogor Widodo. Nampak pula para pengurus LAZIS PLN, Kepala Desa Cibeureum Rahmat Hamami, serta sejumlah kiai dan ulama setempat.

Di komplek pondok pesantren tersebut nantinya akan dibangun sebanyak tiga unit bangunan, masing-masing bangunan Pesantren Tahfidz Quran dan Entrepreneur, Pondok Yatim Dhuafa, dan Guest House Wisata Qolbu. Rencananya, pekerjaan konstruksi akan dimulai awal tahun 2017 dan ditargetkan selesai satu tahun.

“Bangunan pesantren akan dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 10 hektare hasil wakaf dari Ibu Imas Fatimah, warga Cibeureum, kepada LAZIS PLN. Yang membangun adalah LAZIS PLN termasuk biayanya. Sedangkan arsiteknya Urban,” kata Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali, usai peletakan batu pertama.

Muhammad Ali menjelaskan, pesantren yang akan dibangun nantinya adalah pesantren terpadu di mana santri dan masyarakat bukan hanya bisa mempelajari Al Qur’an. Santri dan masyarakat juga bisa belajar berwiraswasta, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Jadi kami berharap nantinya santri keluar bukan hanya sudah hapal dan memahami Al Qur’an, akan tetapi mereka siap juga jadi entrepreneur. Kami sangat menyambut bangga dan masyarakat bisa menyontoh Ibu Imas yang telah mewakafkan tanahnya ke LAZIS PLN,” ungkapnya.

Muhammad Ali mengatakan, selama ini seluruh karyawan PLN yang muslim se-Indonesia rutin menunaikan zakatnya sebesar 2,5 persen setiap bulan. Dana LAZIS dari setiap daerah disetorkan ke LAZIS PLN Pusat kemudian di-breakdown (dikembalikan lagi) ke bawah untuk men-support LAZIS di setiap daerah untuk kemaslahatan umat yang ada di sekitar area kerja PLN. 

“Kami berharap dengan pembangunan ini ke depan bisa mencetak hafidz dan hafidzoh yang lebih banyak lagi, lebih bagus lagi, sehingga mereka akan mampu menebar kebaikan di muka bumi ini sehingga semua akan semakin bagus. Ini untuk keberkahan PLN juga,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala PLN APJ Bogor, Widodo, menambahkan pembangunan pesantren dalam rangka Hari Pahlawan dan Hari Listrik tanggal 27 Oktober. “Saya sendiri berharap dengan pembangunan pesantren ini pegawai-pegawai muslim di PLN khususnya APJ Bogor bisa berkontribusi dan mengangkat taraf hidup masyarakat kaum dhuafa di bidang pendidikan atau kesejahteraan ekonomi,” ujarnya.

Terkait kontribusi PLN APJ Bogor, kata Widodo, selama ini rutin melakukan khitanan masal dan santunan terhadap anak yatim dan dhuafa dan bentuk-bentuk kegiatan lain untuk kemaslahatan umat melalui program bina lingkungan. (cep)