Hallobogor.com, Bogor – Kasus rebutan sebidang tanah antara warga bernama Didik Suyatno (44) dengan PT Suryamas Dutamakmur Tbk selaku pengembang kawasan perumahan Rancamaya masih belum ada titik temu. Sementara pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor belum juga memberikan jawaban.

Salah seorang manajer PT Suryam Mas Duta Makmur Tbk, Andreas, mengatakan bahwa pihaknya membenarkan sudah tiga kali memasang plang PT SMDM di atas sebidang tanah yang sedang diperebutkan dengan Didik Suyatno. “Karena tanah itu adalah merupakan bagian dari Sertifikat Hak Guna Bangunan Rancamaya,” katanya yang ditemui, Jumat (31/8/2018).

Andreas pun mengaku telah menelusuri riwayat tanah dimaksud. “Saya telah menemui penjualnya. Dan si penjual itu mengaku tidak pernah menjual seluas 370 meter persegi. Tapi 300 meter persegi,” ungkapnya.

Andreas juga mengaku telah menemui pihak BPN Kota Bogor untuk menelusuri lebih lanjut perihal status tanah dimaksud. “Saya sudah ke BPN, tapi belum ada jawabannya,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengaku bahwa pihak Rancamaya telah menawarkan Didik Suyatno untuk bermusyawarah dengan menghadirkan semua pihak terkait. “Termasuk penjual, Lurah, Camat, BPN, dan lainnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Didik Suyatno mengaku telah mengantongi sertifikat hak milik atas tanah seluas 370 meter persegi. “Saya beli langsung dari warga dengan status AJB kemudian saya ajukan ke BPN untuk dinaikkan statusnya menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Setelah selesai dan saya bangun pagar pembatas antara jalan dan tanah, tiba-tiba ada yang pasang plang atas nama PT Surya Mas Duta Makmur dan mengklaim sepihak itu tanah mereka,” kata Didik kepada wartawan.

Didik mengaku heran padahal saat dicek di Kantor Kelurahan Bojongkerta Kecamatan Bogor Selatan, status tanah itu masih berupa AJB dan tidak pernah diklaim oleh pihak Rancamaya. Saat mendatangi pihak pengembang Rancamaya, dirinya mendapat informasi bahwa perusahaan mengklaim atas dasar siteplan yang sudah dikeluarkan Pemkot Bogor, bukan berdasarkan status kepemilikan tanah berupa sertifikat.

“Saya datangi Rancamaya dan ternyata mereka hanya mengantongi siteplan dan main pasang plang atas nama PT Suryamas Dutamakmur Tbk dengan menuduh saya mencaplok tanah mereka. Lho saya ini beli langsung dari pemilik tanah disaksikan lurah dan camat sebagai PPAT. Rancamaya tidak bisa begitu dong main klaim saja tanah punya orang,” tegas Didik. (cep)