Hallobogor.com, Kota – Kebakaran melanda tiga tempat penitipan motor tepat samping area parkir Stasiun Bogor, di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (23/7/2015), sekira pukul 15.45 WIB. Puluhan motor yang tengah terparkir ludes terbakar.

Menurut saksi mata, Asep Abah (44), seusai dari Musolah ia dikejutkan dengan melhat kepulan asap dari atap salah satu tempat penitipan motor. Bahkan saat itu terdengar suara ledakan hingga empat kali.”Api saat itu langsung membesar dan menjalar ke gudang Reska. Kami lantas melaporkan ke pihak stasiun ditindaklanjuti ke Pemadam Kebakaran (Damkar),” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengelola penitipan motor, Gunara menyebut berdasarkan keterangan dari Edi, pekerja, saat keluar dari kamar mandi melihat api berasal dari gudang Reska yang berada di area parkir Stasiun Bogor menjalar ke tempat penitipan motor.”Ada tiga tempat penitipan motor yang terbakar. Saya belum tahu berapa jumlah motor yang ┬áterbakar tidak bisa diselamatkan,” akunya.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota,AKP Hendrawan mengatakan, untuk penyebab masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Diperkirakan api berasal dari korsleting listrik karena ada yang mematikan api dengan menggunakan Apar. “Ada sejumlah 28 unit sepeda motor yang terbakar. Untuk kerugian materi taksir capai Rp800 juta,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Stasiun Bogor, Darmin memastikan untuk aktivitas kereta baik pemberangkatan maupun kedatangan tidak terganggu, dikarenakan radius antara tempat kejadian dengan area aktivitas kereta terpaut jauh. “Kita pastikan untuk aktivitas di Stasiun Bogor tidak mengalami gangguan, semuanya normal seperti biasanya. Memang ada beberapa penumpang yang panik,” tuturnya.

Disela pendinginan oleh petugas Damkar di lokasi kebakaran tempat penitipan motor, Setda ┬áKota Bogor, Ade Sarif Hidayat mengatakan kedepan di setiap pengelola parkir harus menyediakan Apar dan hydrant, terlebih secara adminitrasi tempat penitipan motor ini legal. “Jadi terdata bisa menambah PAD Kota Bogor,” katanya.

Untuk menjinakan kobaran api, pihak BPBD menurunkan sejumlah empat unit mobil Damkar. Api baru bisa dipadamkan oleh petugas Damkar 25 menit kemudian. “Penyebab masih diselidiki pihak kepolisian, tapi menurut informasi dari salah satu pengelola lidah api berasal dari belakang tempat penitipan motor,” pungkas Ade. (kot)