Hallobogor.com, Bogor – Hujan lebat yang mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya pada Minggu, (28/02/2016) pagi hingga siang, menimbulkan bencana longsor secara beruntun terjadi di dua kecamatan.

Di Kecamatan Bogor Barat longsor terjadi di RT03/01 Kelurahan Bubulak (Belakang Rumah Pemotongan Hewan-RPH). Tiga lokasi di RT03/05, RT03/05 dan RT03/04 Kelurahan Cilendek Barat dan tiga lokasi RT02/02, RT04/RT06 dan RT04/03 Kelurahan Semplak serta RT05/03 Kelurahann Balumbang Jaya. Sedangkan di Kecamatan Tanah Sareal, Kelurahan Cibadak, longsor terjadi Blok F dan G Perumahan Bogor Country.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor peristiwa longsor paling parah terjadi di RT03/01 Kelurahan Bubulak (Belakang RPH).



“Dari semua itu, longsor paling parah dekat RPH, rumah warga mengalami tingkat kerusakan berat. Untuk yang lain longsor mulai dari tebingan dan jalan setapak sudah teratasi,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan.

Lanjut Ganjar, korban bencana longsor di belakang RPH berjumlah 5 jiwa merupakan satu keluarga. Mereka mengalami luka-luka dan semuanya sudah berada di rumah kerabatnya di wilayah sekitar.

“Untuk mengurangi longsor susulan apabila terjadi hujan kembalk, BPBD melakukan pemasangan beberapa terpal di lokasi longsor,” sambung Ganjar.

Rupanya tak hanya longsor, hujan lebat menimbulkan bencana banjir di dua kecamatan itu. Di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, tepatnya perumahan Tamansari Persada di terjang banjir lintasan sekira pukul 10.00 WIB. Air merendam komplek dan rumah setinggi lutut orang dewasa.

Sedangkan wilayah RW06 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, akibat pendangkalan kali Duren, air meluap hingga merendam 8 rumah warga termasuk kolam ikan milik warga habis tersapu air.

“Dan di Kelurahan Margajaya, Bogor Barat, halaman dan ruang kelas SD Negeri Margajaya 1 juga terendam air,” terang Ganjar.

Hingga berita ini diturunkan keterangan resmi mengenai kerugian materi yang diderita korban bencana longsor dan banjir masih dalam pendataan pihak terkait. (hrs).