Hallobogor.com, Bogor – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan bahwa penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu di antara 17 jenis penyakit yang kerap menimbulkan kejadian luar biasa di masyarakat. Karenanya, Kemenkes terus mengimbau masyarakat agar rutin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat di setiap keluarga.

Terlebih pada musik kemarau, DBD yang disebabkan oleh vektor nyamuk aedes aegipty ini sangat mudah berkembang.

Suwito dari Subdit Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, menyebutkan, dahulu nyamuk sulit berkembang di daerah dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau daerah berhawa dingin. Namun seiring perkembangan zaman, kini mulai menyebar secara merata baik secara horizontal maupun vertikal.

“Usia jentik nyamuk 8-12 hari. Maka sebelum membesar harus diberantas baik melalui fogging (pengasapan) untuk memberantas nyamuk besar maupun dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk membunuh jentik dengan menguras, menutup, dan menimbun (3M) secara rutin satu minggu sekali karena nyamuk pintar beradaftasi dengan kondisi lingkungan sekitar. 62 persen penularan nyamuk DBD di dalam rumah. Nyamuk aedes aegipty suka di air jernih dan menghisap darah pada pagi dan sore hari,” paparnya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi dan advokasi pengendalian vektor terpadu di Puri Mandiri, Megamendung, Sabtu (29/9/2018).

Suwito mengatakan, pengendalian vektor penyakit sulit kalau hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan karena vektor ada di mana-mana, terutama jenis nyamuk.

“Ada 17 kasus penyakit yang sering menimbulkan kejadian luar biasa dan menimbulkan kematian yang banyak. Di antaranya DBD. Meskipun Jawa Barat relatif aman namun wilayah Bogor masih zona merah, rata-rata orang yang terjangkit di atas 49 orang per 1.000 penduduk,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi yang diprakarsai oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ichsan Firdaus ini juga menghadirkan narasumber Ade Mulyawan dari P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. (cep)