Hallobogor.com, Bogor – Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI memuji system pengelolaan keuangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terutama kempuan pengembalian pinjaman. Kementerian yang dipimpin Bambang Brodjonegoro ini menyebut PDAM Kota Bogor sebagai debitur yang berprestasi sehingga patut dicontoh PDAM lain di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Sub Direktorat Investasi Pemerintah Daerah/BUMD Direktorat Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Pemberdaharaan Kemenkeu RI Kabul Wijayanto, saat memimpin 80 pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkeu RI dalam Workshop Pendelegasian Fungsi Kanwil Kemenkeu di kantor PDAM Kota Bogor, Jumat (20/11). Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Workshop ini merupakan program Kemenkeu RI untuk mengevaluasi kewenangan pendelegasian kanwil 33 provinsi di Indonesia. Kemenkeu menunjuk PDAM Kota Bogor sebagai lokasi studi banding para pejabat di tingkat provinsi seluruh Indonesia itu karena dinilai mampu menjaga cicilan pinjaman, tanpa pernah menunggak.

“Ada dua pinjaman yang sudah dilakukan PDAM, yang partama pada 1993 yang akan lunas pada 2018. Dan pinjaman baru terkait pembangunan IPA Dekeng yang baru dimulai pada 2018 dan berakhir pada 2033,” kata Kabul kepada Direktur Utama PDAM Kota Bogor H. Untung Kurniadi yang menerima rombongan peserta workshop di Ruang Rapat Utama PDAM Kota Bogor.

Kabul dan rombongan lalu mengunjungi IPA Dekeng di Kelurahan Genteng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor untuk meninjau pengoperasian pengolahan air minum dengan kapasitas 1350 liter perdetik itu. Dia terkesima dengan sistem pengelolaan air permukaan yang air bakunya berasal dari Sungai Cimande dari intake Ciherang Pondok tersebut.

“Ini bukti kalau PDAM memang potensial untuk terus dikembangan. Tapi masih banyak capaian yang harus terus ditingkatkan, seperti misalnya tingkat kehilangan air (sesuai target pemerintah) 20 persen dan cakupan layanan 100 persen, serta efisiensi biaya untuk produksi. Kalau semua itu bisa berjalan, ini akan baik untuk pendapatan perusahaan,”ujar Kabul.

Kabul berharap hasil diskusi dengan direksi PDAM Kota Bogor dan kunjungan ke IPA Dekeng ini dapat disampaikan para pejabat Kamwil Kemenkeu di tiap provinsi untuk mengembangkan pontensi PDAM di daerahnya masing-masing. Satu yang ditekankan Kabul adalah prestasi PDAM Kota Bogor sebagai PDAM tersehat di Jawa Barat.

“Setelah kembali dari Bogor, para pejabat Kanwil itu harus menyebarkan virus positif ke PDAM di provinsinya. Bagaimana system pengelolaan keuangan di PDAM Kota Bogor bisa sebagus ini. Outputnya, seluruh PDAM di Indonesia bisa menjadi perusahaan yang sehat,” harap Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III ini.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Untung Kurniadi menjelaskan, PDAM Kota Bogor memang rutin mengembalikan cicilan pinjaman sesuai jadwal. Atas kedisiplinan pengembalian ini, PDAM sering mendapat insentif berupa dana hibah dari Bank Dunia.

Untung memaparkan bahwa PDAM Tirta Pakuan merupakan perusahaan yang sehat dan berkinerja baik. Sehingga dia menjamin pinjaman Bank Dunia sebesar Rp 84 miliar dapat dicicil hingga lunas. “Pinjaman itu akan PDAM bayar tepat waktu hingga lunas,” kata Untung.

Selain itu sejumlah proyek yang dibiayai dari dana pinjaman tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Bogor. “Penambahan kapasitas produksi setelah dioperasikannya instalasi pengolahan air Dekeng II sangat bermanfaat sehingga PDAM dapat menambah jumlah pelanggan,” ujar Untung. (dani)