Hallobogor.com, Kota Bogor – Fenomena media sosial atau dikenal medsos kian berkembang di Indonesia. Menunjukkan penggunaan medsos memiliki beberapa keuntungan dalam mendukung penyampaian berbagai informasi menjangkau khalayak luas, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar workshop komunikasi publik.

Acara bertemakan “Penderasan Komunikasi Publik” ini berlangsung selama dua hari dimulai Selasa (31/1) dan berakhir (1/2) di IPB International Convention Center (ICC), Bogor. Workshop ini diikuti oleh 90 orang pranata hubungan masyarakat (Humas) di lingkungan Kementan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik pada Kementan Agung Hendriadi mengatakan, workshop dengan tema tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Ini selaras dengan selama ini dilakukan Kementan untuk memenangkan persepsi mengenai upaya menunjang bidang pertanian.

“Upaya menenangkan persepsi ini tidak hanya melalui media pemberitaan tetapi mencoba memanfaatkan berbagai kanal medsos untuk menyampaikan informasi yang disebut sistem informasi pertanian (simfora),” kata Agung, Selasa (31/1/2017).

Agung melanjutkan, pada kesempatan ini hadir dua mata sumber yang memberikan materi kepada peserta. Di antaranya, Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Agung Laksamana dan praktisi medsos Nukman Lutfie.

“Setelah mendapatkan pemaparan materi tentang kiat-kiat bagaimana membangun medsos, kegiatan dilanjutkan dengan agenda setting pemberitaan bulanan yang akan diterjemahkan dalam mingguan,” terangnya.

Ia menyampaikan, implementasi agenda setting pemberitaan utamanya kegiatan-kegiatan pada tahun ini. Menurutnya, pranata Humas Kementan harus lebih aktif dan kreatif dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Sementara itu, Mentan Andi Arman Sulaiman dalam arahannya mengatakan, bahwa masalah pemberitaan dinilainya sangat menarik. Sebab, banyak pemberitaan Kementan belum optimal diketahui oleh publik. Bahkan Presiden Jokowi sempat merasa gemas dengan banyaknya pemberitaan di lingkungan Kementan.

“Berita menarik dan mungkin dibilang seksi sangat banyak. Misalnya, memberikan keberadaan Satgas KPK, Kejaksaan, Kepolisian, BPKP di pertanian. Ini berita yang menarik. Kemudian lelang jabatan dan pengangkatan pejabat eselon 1, 2 dan seterusnya. Demosi dan mutasi jabatan 615 orang, ini juga menarik,” urainya.

Selanjutnya, masih kata Andi, perubahan regulasi. Banyak regulasi yang dibongkar dan disempurnakan. Kebijakan-kebijakan yang diambil bersama, itu semua beritanya menarik. “Masih ada mengenai proses target swasembada pangan dunia pada tahun 2045,” imbuhnya.

Meski banyak pemberitaan yang dinilainya menarik untuk disampaikan kepada publik, namun ia mengungkapkan banyak juga pemberitaan selama ini muncul hanya dari sisi lain bahkan menjadi viral. “Misalnya, lonjakan harga cabai, beras plastik, merica palsu, traktor yang tidak dibayar. Padahal setelah dicek traktor itu lima tahun lalu sebelum saya menjabat jadi menteri. Ini semua jadi viral. Beras plastik juga tidak masuk akal, harga plastik Rp15 ribu dan beras harganya Rp8 ribu, ini mana mungkin, mustahil,” tuturnya.

Untuk ini, Andi mengatakan, banyak pemberitaan Kementan untuk mengedukasi, berbagai informasi dan program-program yang perlu disampaikan kepada publik. “Jadi, pranata Humas ini bergerak memperbaiki rumah Kementerian Pertanian disampaikan dapat melalui media sosial. Banyak berita yang menarik bahkan menjadi viral,” tandasnya. (ris)