Hallobogor.com, Kota Bogor – Susana mencekam bak seperti di medan peperangan, seketika menyelimuti Taman Sains dan Teknologi Pertanian, di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Kota Bogor. Desingan suara tembakan tak jarang melesat mencari dan mengenai objek target. Strategi cepat dan cermat diharuskan dalam permainan nyata tersebut. Sebab, jika terkena peluru, korban tidak akan menahan sakit, melainkan rasa malu akibat kalah oleh tim lain.

Ini adalah permainan airsoft gun. Olahraga peperangan ala militer itu seperti kenyataan. Kostum lengkap beserta atribut pendukung layaknya militer tak jarang menempel dipakaian para pehobi airsoft gun.

Ketua klub pehobi air soft gun, The A Team (TAT), Hadi Mewar menuturkan, permainan airsoft gun telah berkembang di Bogor sejak tahun 2000. Namun sayangnya, olahraga yang banyak menyita perhatian publik kala itu masih keterbatasan perlengkapan airsoft gun.

“The A Team ini salah satu klub airsoft yang berada dibawah naungan Airsoft Brotherhood Unity (ABU) Indonesia, resmi juga dibawah bimbingan Pusdikzi,” ujar Hadi belum lama ini seraya mengimbuhkan Klub TAT memiliki anggota pasukan resmi berjumlah 25 orang.

Olahraga ini, kata Hadi, dapat menguras keringat lebih daripada olahraga biasanya. Sebab, berfikir cepat dan tepat serta dibarengi pergerakan tubuh ada dalam olahraga ini. Biasanya juga mereka yang bermain airsoft gun adalah orang-orang yang tertarik dengan dunia militer.

“Serunya itu jelas karena maennya beregu, olahraganya dapet, kita bisa nambah temen, memacu adrenalin, apalagi kalau mainnya di hutan. Terakhir TAT main di Gunung Pancar, capeknya dapet, ngerinya juga dapet,” cetusnya.

Meski beratribut layaknya militer pada kenyataannya pada pemain masih berkomunikasi seperti biasa, tidak memakai kode ataupun sandi. Namun, guna mengetahui letak musuh berada bisa menggunakan aplikasi tersedia dalam smartphone.

Sambung Hadi, para pemain sebelumnya juga telah dilengkapi pakaian yang aman. Selain itu, pemain dilarang keras untuk lumpuhkan lawan dengan jarak 5 meter.

“Di airsoft ini ada yang gila sama seluruh perlengkapan militer menyerupai aslinya, ada rompi yang digunakan itu isinya mulai dari magazine, HT, medical pot. Sebenarnya lebih kepada kepuasan saja sih, pengen jadi tentara enggak bisa, mending maen airsioft,” kata Hadi.

Untuk mendapatkan satu unit senjata airsoft gun, kata Hadi, para pehobi bisa merogoh kocek mulai dari Rp 3,5 hingga Rp 10 juta dengan beragam jenis merk. Sedangkan, amunisi peluru tergantung dari kualitas barang dimulai dari harga, Rp 80 ribu perkilogram hingga Rp 250 ribu perkilogram.

“Buat yang mau maen airsioft gun mending gabung dulu, jangan beli unit atau macam-macam lainnya. Hingga ketemu asyiknya baru nanti diarahin mau beli apa saja dan dimana, sesuai kemampuan juga tentunya,” pungkasnya. (ris)