Hallobogor.com, Megamendung-Mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Megamendung 03, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Ani, diduga kuat membawa kabur uang tabungan siswa total sebesar Rp46 juta. Oknum Kepsek tersebut kini menjadi buronan orangtua siswa.

Dari informasi yang ditelusuri, total uang Rp46 juta itu adalah uang tabungan siswa dari kelas I sampai kelas VI selama satu tahun. Uang tabungan tersebut seharusnya dikembalikan kepada semua siswa sebelum Lebaran 2016 kemarin. Namun, hingga saat ini tak juga dikembalikan.

“Kalau besaran setiap siswa berbeda-besa. Kalau anak saya sendiri sekitar Rp1,5 juta. Sesuai hasil obrolan dan penelusuran dengan para orangtua siswa, jumlahnya sekitar Rp46 juta. Saya kasihan sama anak saya mau beli berbagai keperluan buat Lebaran waktu itu. Akhirnya saya berbohong ke anak saya dan menalangi dengan uang lain bahwa uang tabungannya sudah dibayarkan,” kata salah satu orangtua siswa berinisial Lo.



Lo mengatakan, selama ini orangtua siswa mayoritas takut melaporkan kasus itu ke pihak berwajib atau ke media.

“Mereka takut kalau meramaikan kejadian berimbas ke anak-anak mereka yang masih bersekolah. Takut diintervensi oleh oknum guru,” katanya.

Selama ini, kata Lo, dirinya dan para orangtua siswa kerap melaporkan kasus tersebut ke Kepala Sekolah yang baru.

“Bahkan orangtua siswa pernah melaporkan kejadian itu ke UPT Pendidikan Kecamatan Megamendung. Tapi jawabannya selalu masih dalam proses. Oknum Kepsek tersebut juga sama, selalu janji dan janji,” ujarnya.

Kelakuan oknum Kepsek tersebut pada akhirnya melebar ke persoalan lain.

“Akhirnya terungkap pula si oknum Kepsek itu menggelapkan uang sumbangan untuk pembangunan coneblock. Hasil rapat dengan Komite Sekolah, tiap siswa dipungut Rp30.000. Tapi sampai sekarang belum juga dibangun,” ungkap dia.

Di tengah kejadian tersebut, tiba-tiba oknum Kepsek Ani pindah tugas menjadi Kepala SDN Cipayung Girang 01. Namun sayang, Kepsek Ani tak berada di kantornya saat disambangi pada Senin (5/9/2016).

“Ibu Ani sedang ke UPT di Gadog,” ujar seorang guru SDN Cipayung Girang 01. Lagi-lagi ketika dikejar ke UPT Pendidikan Megamendung di Gadog, Ani tak berada di sana hari itu.

Kepala SDN Megamendung 03, Hakiyudin, membenarkan kasus tersebut.

“Ya benar. Memang seperti itu kejadiannya. Tapi saya sering komunikasi dengan dia (Ani, red) dan doa berjanji akan melunasi semuanya tanggal 10 ini. Tentang uang sumbangan coneblock juga benar, akhirnya kami yang sedikit demi sedikit mengerjakannya,” tegasnya.(cep)