Hallobogor.com, Bogor – Perselingkuhan rupanya bukan menjadi satu-satunya motif Nurdin Suparman (42) tega menghabisi istrinya, Nurjanah (30). Tersangka ternyata juga kesal dengan korban karena korban sering menyindir soal gajinya yang kecil.

“Saya sering diremehkan. Gaji saya memang lebih kecil dari dia. Dia kan pinter nyari duitnya,” kata Nurdin di Mapolres Bogor, Minggu malam (7/9).

Lanjutnya, pasangan yang menikah sejak 2007 ini memang sering cekcok. Tersangka menilai, sikap korban berubah sejak beberapa bulan terakhir. Korban lebih gampang emosi dan mudah marah bila ia tegur.

“Saya kerja hanya sebagai sopir. Gaji dia memang lebih besar dari saya. Saya juga sudah mulai curiga dia selingkuh sejak lima bulan lalu,” tuturnya.

Dia menuturkan, pernah sekali ia memergoki korban selingkuh dengan lelaki lain. Puncaknya, pada Senin 31 Agustus malam, seusai ia menjemput korban. Dia sempat bertengkar hebat dengan korban pada malam itu.

Saat itu sekira pukul 21.00 WIB, korban baru beres mandi dan terlihat tengah asyik BBM-an dengan seorang lelaki yang diduga selingkuhannya. Lantas, pelaku geram dan menegur korban.

“Saya curiga, saya tegur malah dia nantangin. Akhirnya saya cekik dia. Saya khilaf waktu itu,” terangnya.

Selain mencekik, dia juga memukul serta melakban wajah korban. Korban akhirnya meninggal dan masih dalam kondisi tak berpakaian. Pukul 02.00 WIB keesokan harinya, dia akhirnya membuang jasad istrinya ke semak-semak dekat pintu masuk perumahan Kota Wisata Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor.

Jasad korban ditemukan sekira pukul 10.30 WIB oleh pegawai 2 cleaning service. Jasad korban langsung dibawa ke RS Kramatjati Jakarta untuk diautopsi. (jay/hlb)